Jakarta, PR Politik – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi secara resmi mengimbau seluruh anggota Kabinet Merah Putih untuk merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H dengan penuh kesederhanaan. Arahan ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto guna menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana alam hingga dinamika ekonomi global.
Ia menegaskan bahwa pemerintah harus memberikan teladan yang baik kepada publik dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan tahun ini.
“Kami mengimbau untuk tidak terlalu berlebihan manakala menyelenggarakan kegiatan open house atau halalbihalal,” ujarnya dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (17/3).
Pemerintah telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh kementerian dan lembaga sebagai panduan operasional selama masa lebaran. Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna sebelumnya menekankan bahwa meski perayaan tetap dilakukan untuk menjaga roda ekonomi, aspek kemewahan harus dihindari.
“Sesuai dengan petunjuk beliau [Presiden Prabowo Subianto], kemarin kami sudah menyampaikan surat edaran kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk kami imbau untuk tidak berlebihan di dalam menyelenggarakan open house maupun halalbihalal karena bagaimanapun masih banyak saudara-saudara kita pada kondisi yang belum baik,” jelasnya.
Presiden Prabowo sendiri mengingatkan agar pejabat negara tidak pamer kemewahan di tengah suasana prihatin. “Kita juga, saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan. Sudah lah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat. Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan nanti,” tuturnya.
Selain instruksi kesederhanaan, Mensesneg juga memaparkan perkembangan terkini mengenai arus mudik 2026. Pemerintah mengakui adanya titik kepadatan luar biasa, terutama di jalur penyeberangan antarpulau, namun memastikan petugas di lapangan terus bekerja mencari solusi teknis.
“Memang ada beberapa kejadian yang kami mohon maaf ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk, tapi sepenuhnya kita melakukan terus monitoring dan petugas-petugas di lapangan bekerja keras untuk mencari solusi supaya bisa mengurangi kemacetan-kemacetan dan antrian-antrian,” tambahnya.
Pemerintah turut mengapresiasi masyarakat yang memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk mudik lebih awal, sehingga membantu mengurai potensi penumpukan massa pada puncak arus mudik. Mensesneg juga memuji kesiapsiagaan Polri, Kemenhub, Danantara, hingga BUMN transportasi.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran yang bertugas di lapangan; Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Danantara dengan seluruh BUMN-nya, Pelindo, ASDP, dan yang lain-lainnya yang telah bekerja keras, termasuk TNI juga diminta oleh Bapak Presiden manakala diperlukan untuk menyediakan transportasi-transportasi yang dimiliki termasuk kapal-kapal laut kita untuk membantu kelancaran arus mudik maupun nanti arus balik ke daerah masing-masing,” pungkas Mensesneg.
Keterlibatan armada TNI dalam mengangkut pemudik menjadi salah satu opsi darurat yang disiapkan Presiden guna memastikan seluruh warga dapat sampai ke kampung halaman dengan aman dan lancar.
sumber : Kemensetneg RI















