Kementan Genjot Padi Gogo di Ambon, Percepat Realisasi Program Ketahanan Pangan Nasional

Ambon, PR Politik – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat program strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui penanaman padi gogo (lahan kering) di Ambon, Maluku. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, dan menjadi langkah konkret untuk mengantisipasi potensi krisis pangan global.

“Saya bersyukur kita dapat lakukan tanam padi gogo bersama. Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan ke depan,” ujar Roni.

Secara nasional, program ini ditargetkan menjangkau 500.000 hektare, sementara untuk Provinsi Maluku, targetnya adalah 11.484 hektare. Roni juga menekankan pentingnya percepatan tanam untuk mengejar musim hujan.

“Dengan produktivitas rata-rata 2 ton per hektare, maka kita harapkan dapat menghasilkan sekitar 22.968 ton gabah. Ini adalah peluang besar yang harus kita manfaatkan,” ujarnya.

Langkah strategis ini telah menunjukkan hasil positif. BPS memproyeksikan produksi beras Januari-Agustus 2025 mencapai 24,97 juta ton. Capaian ini juga diakui secara internasional oleh USDA dan FAO, yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2024/2025 akan menjadi yang tertinggi di ASEAN.

“Peningkatan ini merupakan buah dari berbagai program strategis seperti Pompanisasi, Optimasi Lahan (Oplah), serta Cetak Sawah Rakyat (CSR). Namun kita tidak boleh lengah. Kita harus terus bekerja keras dan mengoptimalkan produksi dalam beberapa bulan ke depan,” tegas Roni.

Ia kembali menegaskan pentingnya sinergi. “Saya tegaskan kembali pentingnya sinergi seluruh pihak. Jika Kadis Kabupaten, Provinsi, TNI dan Petani bersatu, kita akan mengguncang dunia dan membawa Indonesia menuju cita-cita besar sebagai lumbung pangan dunia,” pungkasnya.

Baca Juga:  Wamenhan Donny Tinjau Kerja Sama Pertahanan RI-Yunani, Dorong Kolaborasi Industri Alutsista

Program ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Mentan Amran memastikan bahwa kondisi pertanian Indonesia berada dalam kondisi aman.

“Kondisi pertanian Indonesia berada dalam kondisi aman. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional diperkirakan meningkat signifikan pada periode Januari-Agustus 2025, mencapai 24,97 juta ton. Naik 14,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Stok kita masuk posisi 4,2 juta ton. Kami sampaikan juga kepada seluruh masyarakat bahwa kondisi kita aman karena stok kita tertinggi selama ini,” jelas Mentan Amran.

 

sumber : Kementan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru