Perkuat Tata Kelola Karbon Biru, Kementerian Kehutanan Luncurkan Platform Data Mangrove Terintegrasi “MANDARA”

Jakarta, PR Politik – Kementerian Kehutanan resmi meluncurkan platform MANDARA (Mangrove Data Nusantara) sebagai solusi atas tantangan sinkronisasi data ekosistem mangrove di Indonesia. Peluncuran Integrated Data Platform Mangrove (IDPM) ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) di Jakarta, Selasa (10/2).

MANDARA diproyeksikan menjadi sistem satu pintu untuk pengelolaan, pertukaran, dan pemantauan data mangrove nasional yang terintegrasi dan kredibel. Direktur Jenderal PDASRH, Dyah Mutiningsih, menegaskan bahwa platform ini merupakan instrumen vital untuk memastikan transparansi dalam rehabilitasi pesisir.

“Peluncuran MANDARA merupakan langkah penting menuju transparansi dan integrasi data. Kami ingin memastikan setiap kebijakan dan kolaborasi rehabilitasi pesisir didasarkan pada data yang akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya dalam sambutan.

Mengingat sekitar 80 persen ekosistem mangrove di Indonesia berada di dalam kawasan hutan, Kementerian Kehutanan memegang mandat utama sebagai garda depan pelestarian. MANDARA dikembangkan sebagai smart tool yang menyediakan berbagai lapisan data strategis, mulai dari data spasial (GIS), citra satelit resolusi tinggi, hingga analisis dampak lingkungan.

Secara operasional, platform ini memiliki empat peran strategis:

  1. Presisi Perencanaan: Mendukung penyusunan Peta Kawasan Mangrove dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).

  2. Multidata: Menyimpan data tabular dan dokumentasi teknis secara sistematis.

  3. Transparansi Anggaran: Memantau input data RHL dari berbagai sumber pendanaan secara terbuka.

  4. Partisipasi Publik: Menyediakan fitur komunikasi dua arah bagi masyarakat untuk melapor atau memberikan saran dari lapangan.

Keterbukaan data yang ditawarkan MANDARA diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, baik dari sektor swasta maupun lembaga internasional. Dengan data yang terverifikasi, platform ini menjadi basis kuat bagi pengembangan skema pembiayaan berkelanjutan, termasuk inisiatif karbon biru (blue carbon) dan investasi berbasis hasil.

Baca Juga:  Akselerasi Pemulihan Sumatra, KKP Terjunkan 1.142 Taruna untuk Bersihkan Wilayah Terdampak

Indonesia, melalui MANDARA, kini semakin mempertegas kepemimpinan globalnya dalam mitigasi perubahan iklim berbasis solusi alam. Platform ini diharapkan tidak hanya menjadi repositori, tetapi juga standar baru dalam kolaborasi multipihak untuk menjaga kelestarian benteng hijau pesisir nusantara.

sumber : Kemenhut RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru