Bintan, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperluas jangkauan industri fesyen nasional dengan meresmikan Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Langkah strategis ini diambil melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) untuk memaksimalkan potensi pasar domestik dan ekspor melalui penguatan ekosistem industri berbasis daerah.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kehadiran sentra ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal serta menciptakan lapangan kerja baru di wilayah perbatasan.
“Kami terus mendorong penguatan sentra-sentra IKM sebagai pusat pertumbuhan industri di daerah yang berkelanjutan, sekaligus sebagai sarana peningkatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Menperin dalam keterangannya, Selasa (27/1).
Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan karena terletak di kawasan Free Trade Zone (FTZ). Hal ini memungkinkan pelaku IKM menikmati fasilitas bea ekspor dan impor sebesar nol persen, yang dipadukan dengan efisiensi logistik karena letaknya yang bertetangga langsung dengan Malaysia dan Singapura.
Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menjelaskan bahwa sentra ini berfungsi sebagai rumah produksi bersama yang dilengkapi dengan teknologi modern guna menjamin standardisasi kualitas produk.
“Sentra ini kami dorong sebagai rumah produksi bersama sekaligus wahana peningkatan kapasitas pelaku IKM, mulai dari akses fasilitas produksi, pelatihan teknis, hingga penguatan manajemen usaha,” ungkap Reni saat peresmian, Rabu (21/1).
Data Kemenperin mencatat sektor IKM pakaian jadi merupakan tulang punggung ekonomi rakyat dengan jumlah mencapai 590 ribu unit usaha dan menyerap hingga 1,2 juta tenaga kerja. Pengembangan sentra melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan nonfisik tahun 2024-2025 diharapkan mampu memperkuat struktur industri tersebut.
“Oleh karena itu, pengembangan sentra IKM menjadi langkah konkret untuk memperkuat peran sektor tersebut dalam struktur industri nasional,” imbuhnya.
Meskipun baru diresmikan, sentra ini telah menunjukkan performa menjanjikan dengan skor kinerja 4 dari 5 pada akhir tahun 2025. Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, berharap fasilitas ini mampu menjembatani pelaku usaha kecil untuk masuk ke rantai pasok global.
“Ke depan, kami berharap sentra ini dapat menjadi penghubung bagi pelaku IKM untuk masuk ke dalam rantai pasok industri besar di kawasan industri, serta mendorong terwujudnya kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” tutup Budi.
sumber : Kemenperin RI















