Jakarta, PR Politik (4/12) – Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan publik menginginkan pengurangan pengangguran menjadi salah satu prioritas utama program kerja Presiden Prabowo Subianto dalam 100 hari pertamanya menjabat. Harapan ini mendapat tanggapan dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati.
Kurniasih menilai aspirasi publik ini merupakan masukan berharga bagi pemerintahan Presiden Prabowo, terutama dalam menangani persoalan pengangguran yang tinggi di kalangan generasi muda. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per Februari 2024, tercatat 3,6 juta penganggur berasal dari kelompok Gen Z usia 15-24 tahun. Jika ditambah dengan mereka yang bukan angkatan kerja tetapi tidak sedang menempuh pendidikan atau pelatihan, jumlahnya mencapai 9,9 juta orang.
“Kita mendukung rencana Presiden Prabowo yang akan membuka 19,9 juta lapangan pekerjaan, terutama dengan menaruh perhatian kepada generasi muda, termasuk Generasi Milenial dan Gen Z, yang berada di usia produktif,” kata Kurniasih.
Ia menekankan pentingnya program peningkatan keterampilan melalui skilling, up-skilling, dan re-skilling sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran. Kurniasih juga menyebut bahwa penciptaan lapangan kerja menjadi tanggung jawab lintas kementerian dan lembaga.
Program hilirisasi industri yang direncanakan oleh pemerintahan Presiden Prabowo juga diharapkan mampu membuka peluang kerja bagi anak muda. Selain itu, Kurniasih meminta perhatian khusus pada pengembangan ekosistem industri kreatif, yang dinilainya dapat menjadi penopang bagi sektor lain.
Baca Juga: Sohibul Iman Dorong Antisipasi Global Hadapi Pandemi di Masa Depan
Kurniasih juga menyoroti tingginya tingkat pengangguran di kalangan lulusan SMK, padahal lulusan ini diharapkan mampu langsung terserap ke dunia kerja. “Harus dibuka lapangan kerja yang luas bagi para lulusan SMK, terutama di industri padat karya seperti manufaktur. Kemudahan investasi pada sektor ini perlu segera direalisasikan sebagaimana diatur dalam UU Cipta Kerja,” tegasnya.
Selain menciptakan peluang kerja di dalam negeri, Kurniasih menyarankan pembukaan pasar kerja luar negeri bagi lulusan SMK sebagai alternatif. Ia mendorong pemerintah memperluas kerja sama penempatan tenaga kerja melalui mekanisme Government to Government (G to G) maupun Government to Business (G to B) di luar negeri, untuk memberikan akses lebih besar bagi para lulusan tersebut.
Langkah-langkah ini, menurut Kurniasih, menjadi kunci untuk menjawab tantangan pengangguran sekaligus memenuhi harapan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo di awal masa jabatannya.
Sumber: fraksi.pks.id















