Optimalkan IC-CEPA, Wamendag Dyah Roro Esti dan Dubes Cile Perkuat Akses Pasar Bilateral

Jakarta, PR Politik – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti, menggelar pertemuan bilateral dengan Duta Besar Republik Cile untuk Indonesia, Mario Ignacio Artaza, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (6/4). Pertemuan ini bertujuan untuk memperdalam kerja sama perdagangan serta memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan kedua negara.

Kedua belah pihak mencatat adanya tren positif dalam pertumbuhan perdagangan antara Indonesia dan Cile, namun sepakat bahwa masih terdapat ruang besar untuk peningkatan volume ekspor-impor yang saling menguntungkan.

Fokus utama dalam diskusi ini adalah memaksimalkan pemanfaatan Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) yang telah resmi berlaku sejak tahun 2019. Perjanjian ini dinilai sebagai instrumen vital dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar masing-masing negara.

Wamendag Dyah Roro Esti menegaskan komitmen penuh pemerintah Indonesia untuk memastikan implementasi IC-CEPA berjalan efektif di berbagai sektor, termasuk barang dan jasa.

“Wamendag RI menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendorong implementasi IC-CEPA secara optimal, termasuk dalam sektor perdagangan barang dan jasa, guna menciptakan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kedua negara,” sebagaimana tertuang dalam hasil pertemuan tersebut.

Melalui penguatan kerja sama ini, Indonesia dan Cile berharap dapat menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi global. Peningkatan konektivitas dagang ini diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, khususnya bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang ingin menembus pasar Amerika Latin.

Dalam pertemuan tersebut, Wamendag didampingi oleh dua pejabat strategis Kemendag, yakni:

  • Danang Prasta Danial, Direktur Perundingan Bilateral.

  • Bayu Nugroho, Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor.

Kehadiran para direktur ini menegaskan langkah teknis pemerintah dalam menyederhanakan prosedur ekspor-impor serta mempercepat penyelesaian hambatan teknis perdagangan guna mendukung kelancaran arus barang di bawah payung IC-CEPA.

Baca Juga:  KBRI Yangon Pulangkan 20 WNI Bermasalah dari Myanmar

sumber : Kemendag RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru