Nasim Khan Desak Pemda Atasi Polemik Sound Horeg, Dorong Dialog dan Regulasi Tegas

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasim Khan, angkat bicara mengenai maraknya polemik pertunjukan sound horeg yang belakangan menuai keluhan masyarakat. Ia menilai, pemerintah daerah (pemda) tidak boleh tinggal diam dan harus segera merespons keresahan publik yang semakin meluas akibat aktivitas hiburan tersebut.

Nasim mendesak pemerintah daerah untuk segera menginisiasi dialog bersama unsur terkait, seperti kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat, guna mencari solusi yang komprehensif dan tidak menimbulkan konflik sosial lebih luas.

“Pemerintah daerah harus turun tangan. Duduk bersama dengan pihak kepolisian, TNI, dan tokoh masyarakat untuk membahas persoalan ini secara terbuka dan tuntas,” tegas Nasim Khan dalam keterangan persnya, Selasa (15/7).

Menurutnya, sound horeg sebagai bentuk hiburan masyarakat tidak bisa serta-merta dilarang, mengingat banyak yang menggantungkan aktivitas sosial atau ekonomi pada kegiatan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa harus ada regulasi yang tegas dan teknis pelaksanaan yang tidak mengganggu ketertiban umum.

“Perlu ada aturan yang jelas mengenai batas waktu, lokasi, dan teknis pertunjukan sound horeg. Jangan sampai aktivitas hiburan ini justru mengganggu warga, apalagi sampai merusak properti rumah warga. Itu tidak bisa ditoleransi,” ujarnya.

Legislator asal Dapil Jawa Timur III itu juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis dialog dan edukasi kepada masyarakat, ketimbang tindakan represif. Ia menilai, solusi terbaik adalah dengan menempatkan kepentingan dan kenyamanan warga sebagai prioritas utama.

“Pendekatannya harus dialog dan edukatif. Semua pihak harus sadar bahwa ketenangan dan kenyamanan lingkungan adalah hak setiap warga,” lanjut Nasim.

Fraksi PKB, sambungnya, mendorong terbentuknya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat dalam menangani isu ini, agar tidak berkembang menjadi konflik horizontal.

Baca Juga:  Sulaeman L Hamzah Dorong Bapanas Optimalkan Cadangan Pangan Lokal

Polemik sound horeg memang semakin memanas dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah konflik telah terjadi antara warga dengan peserta iring-iringan sound horeg, yang dinilai bising dan mengganggu. Dalam beberapa kasus, perselisihan tersebut bahkan berujung pada kekerasan fisik.

Dalam satu insiden, seorang warga memprotes iring-iringan sound horeg karena suaranya mengganggu anak yang sedang sakit. Alih-alih mereda, ketegangan justru berakhir dengan perkelahian. Tak hanya itu, beberapa rombongan sound horeg dilaporkan merusak properti warga, seperti pagar rumah yang dirobohkan karena menghalangi jalan. Bahkan, pernah terjadi kecelakaan saat kendaraan pengangkut sound horeg terguling dan menyebabkan warga terluka.

Nasim menegaskan, semua pihak harus duduk bersama menyelesaikan persoalan ini secara arif agar tidak menimbulkan keretakan sosial lebih jauh.

Sumber: fraksipkb.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru