Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Mohammad Toha, memberikan apresiasi atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan tidak akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Ia menilai keputusan tersebut sebagai bentuk kepercayaan Presiden kepada para pembantunya, yang harus dijawab dengan peningkatan kinerja dan kedewasaan dalam berkomunikasi publik.
“Presiden tentu punya pertimbangan sendiri. Tapi dengan tidak adanya reshuffle dalam waktu dekat, para menteri harus memaknainya sebagai bentuk kepercayaan dan kesempatan untuk bekerja lebih keras lagi,” ujar Toha di Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Legislator dari Dapil Jawa Tengah V itu mengingatkan bahwa kepercayaan Presiden tidak boleh disia-siakan. Para menteri diminta menunjukkan kinerja nyata yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat. Ia menekankan pentingnya kerja yang konsisten di semua lini kementerian.
“Kepercayaan Presiden adalah amanah. Menteri jangan sekadar hadir dalam rapat, tetapi harus punya terobosan nyata, eksekusi kebijakan yang tepat, serta mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Toha juga menggarisbawahi pentingnya menjaga stabilitas komunikasi publik di tengah dinamika politik menjelang masa transisi pemerintahan. Ia mengimbau para menteri untuk fokus bekerja dan menghindari pernyataan yang menimbulkan kontroversi atau polemik berkepanjangan.
“Jangan malah sibuk berkomentar yang kontroversial atau memperkeruh suasana. Rakyat butuh kerja nyata, bukan wacana yang memecah fokus atau menimbulkan ketidakpastian,” tegas anggota DPR empat periode itu.
Sebagai anggota Komisi II DPR RI yang membidangi urusan pemerintahan, reformasi birokrasi, dan otonomi daerah, Toha mendorong terciptanya konsolidasi internal di dalam kabinet. Menurutnya, sinergi antarkementerian dan lembaga harus semakin kuat untuk menjawab tantangan nasional, terutama menjelang akhir masa pemerintahan saat ini.
“Kita semua ingin melihat pemerintahan ini menuntaskan tugasnya dengan baik hingga akhir masa jabatan. Untuk itu, diperlukan kerja yang terukur, komunikasi yang efektif, dan keteladanan dari para pejabat negara,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa belum ada rencana untuk merombak susunan kabinet. Ia menyebut para menterinya masih menunjukkan kinerja yang baik meskipun mengakui adanya kekurangan, khususnya dalam hal komunikasi publik. Presiden pun menegaskan bahwa Kabinet Merah Putih tetap solid dan akan terus bekerja untuk kepentingan rakyat.
Sumber: fraksipkb.com















