Jakarta, PR Politik – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, yang hadir didampingi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidi, di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan strategis ini mengupas tuntas sejumlah agenda krusial penataan sektor perkeretaapian nasional, mulai dari cetak biru modernisasi stasiun ikonik hingga penguatan sistem keselamatan perjalanan kereta api di wilayah perkotaan.
Usai menghadap kepala negara, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidi memaparkan bahwa Presiden Prabowo melayangkan instruksi tegas untuk segera mengeksekusi renovasi total Stasiun Gambir. Sebagai salah satu simpul transportasi paling vital di jantung ibu kota, wajah baru Stasiun Gambir diarsiteki dengan konsep integrasi antarmoda yang jauh lebih modern, lincah, dan ramah pengguna. Proyek infrastruktur ini ditargetkan rampung secara menyeluruh dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
“Satu Gambir. Gambir akan dilakukan renovasi. Kita nanti dalam dua tahun punya Gambir yang (mengacungkan jempol). Nanti kita integrasikan dengan KRL,” ungkapnyai di hadapan barisan awak media massa, Kamis (11/06).
Di samping membedah rencana estetika dan fungsionalitas Stasiun Gambir, otoritas KAI memanfaatkan momentum pertemuan untuk melaporkan progres akselerasi penanganan perlintasan sebidang di jalur kereta api nasional. Langkah penutupan dan pemasangan palang pintu otomatis ini digenjot demi mendongkrak indeks keselamatan perjalanan kereta sekaligus memitigasi risiko kecelakaan fatal yang melibatkan pengguna jalan raya.
Berdasarkan data operasional teranyar yang disodorkan KAI kepada Kepala Negara, tercatat sebanyak 172 titik perlintasan sebidang liar maupun rawan telah berhasil ditutup secara permanen. Sementara itu, ratusan titik lainnya dilaporkan sudah masuk dalam sirkuit sterilisasi tahap berikutnya.
“Perlintasan sebidang tadi kita update ke beliau bahwa kita dalam progres cepat untuk perlintasan sebidang ini. Apa lagi ya perlintasan sebidang udah banyak yang udah kita tutup 172 yang udah kita tutup, ada 490 lagi on progress kita tutup. Sisanya itu 1.148 itu nanti sudah kita mulai untuk progres palang pintu,” urainya merinci draf angka pengamanan jalur rel.
Ia mengonfirmasi bahwa kawasan metropolitan Jakarta dan wilayah penyangga Jabodetabek bertindak sebagai wilayah dengan densitas penanganan perlintasan sebidang paling padat di tanah air. Tingginya frekuensi perjalanan kereta komuter (KRL) yang bersinggungan langsung dengan volume kendaraan bermotor memaksa KAI menetapkan koridor ini sebagai prioritas utama.
“Yang paling banyak di Jakarta, Jakarta, Jabodetabek paling banyak ada 160,” pungkasnya menutup rilis resminya.
Sinergi hibrida yang digalang erat antara Kementerian Perhubungan bersama PT KAI ini merupakan langkah konkret pemerintah pusat untuk menyajikan ekosistem transportasi publik yang aman, andal, serta saling terhubung tanpa sekat. Langkah akseleratif ini sekaligus merefleksikan keseriusan Kabinet Merah Putih dalam menata logistik perkotaan dan mereduksi angka kecelakaan lalu lintas tanpa menyisakan celah bagi kelalaian prosedur di lapangan.
sumber : Kemensetneg RI















