Menteri PPPA Dorong Koperasi Perempuan di Bali Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kekerasan

Denpasar, PR Politik – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sidakarya di Denpasar, Bali. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Arifah menyoroti dominasi perempuan yang mencapai 65% dari total 505 anggota koperasi dan mendorong perluasan fungsi lembaga ini sebagai instrumen perlindungan sosial.

Menurut Menteri PPPA, pemberdayaan ekonomi yang dilakukan koperasi memiliki korelasi positif terhadap penurunan angka kekerasan di tingkat akar rumput.

Keberadaan koperasi ini perannya sangat strategis untuk dikembangkan tidak hanya untuk memberdayakan ekonomi perempuan, tetapi juga sebagai sarana edukasi terutama dalam pencegahan kekerasan. Perempuan dalam koperasi dapat berperan sebagai agen pencegahan kekerasan melalui pemberdayaan ekonomi perempuan. Kemandirian finansial yang dimiliki perempuan akan mengurangi kerentanan terhadap kekerasan berbasis gender,” ujarnya.

Selain kemandirian finansial, Menteri PPPA menekankan bahwa koperasi di tingkat desa dapat menjadi ruang kolaborasi untuk mendeteksi persoalan sosial secara dini. Aktivitas ekonomi yang sehat diyakini mampu membangun ikatan emosional antarwarga yang lebih kuat.

Koperasi juga strategis untuk membangun solidaritas sosial di tingkat desa. Ketika masyarakat terhubung dan saling mengenal melalui aktivitas ekonomi yang sehat, maka potensi persoalan sosial, termasuk kekerasan, dapat lebih cepat terdeteksi dan dicegah,” tambahnya.

Sejak diresmikan pada Agustus 2025, KDMP Sidakarya telah menjadi motor penggerak bagi beragam usaha mikro. Anggotanya mencakup berbagai sektor, mulai dari pedagang sayur dan pembuat kue hingga pengelola apotek mini serta butik. Rata-rata anggota memanfaatkan fasilitas pinjaman modal antara Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk memperkuat unit usaha mereka.

Wakil Ketua Bidang Organisasi KDMP Sidakarya, I Wayan Sudiarta, menjelaskan bahwa koperasi ini menggunakan pendekatan yang inklusif untuk menjangkau kaum perempuan.

  • Sistem Keuangan: Menerapkan simpanan pokok, deposito, dan mewajibkan budaya menabung sebelum peminjaman.

  • Strategi Inklusif: Melakukan metode jemput bola melalui kegiatan arisan dan pertemuan rutin PKK.

  • Fokus Pemberdayaan: Memprioritaskan penguatan modal usaha bagi perempuan pelaku UMKM agar mandiri secara ekonomi.

Baca Juga:  Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tersengat Listrik di Aceh Tengah, BKSDA Beri Peringatan Keras

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem desa yang lebih aman bagi perempuan dan anak, sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal secara berkelanjutan.

sumber : Kemenpppa RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru