Menteri PPPA Ajak Mahasiswa UI Berani Bersuara Lawan Kekerasan di Kampus

Depok, PR Politik – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) untuk peduli dan berpartisipasi aktif dalam pencegahan kekerasan di lingkungan kampus. Ia menekankan perlunya sosialisasi yang masif untuk melawan kekerasan fisik dan seksual.

“Pencegahan kekerasan, baik itu kekerasan fisik dan kekerasan seksual harus disosialisasikan kepada seluruh pihak. Karena sekarang sedang dalam masa pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru di Universitas Indonesia, kami berharap para mahasiswa peduli terhadap isu kekerasan. Jangan sampai ada korban atau pelaku kekerasan di lingkungan kampus,” ujar Menteri PPPA di Balairung Universitas Indonesia, Depok, pada Selasa (05/08).

Menteri PPPA mengapresiasi UI yang telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Satgas ini menjadi bentuk komitmen kampus dalam menyelesaikan kasus kekerasan, dengan merujuk pada UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Menteri PPPA mendorong mahasiswa dan civitas akademika untuk berani bersuara dan melaporkan kasus kekerasan.

Menteri PPPA dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, mendorong penguatan peran civitas akademika melalui Satgas PPKS. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) per 5 Agustus 2025, jumlah kasus kekerasan yang dilaporkan mencapai 17.388 kasus, dengan 14.944 korban adalah perempuan.

“Angka tersebut sangat memprihatinkan. Menyikapi fenomena tersebut, pemerintah bersama dengan perguruan tinggi terus berupaya memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat khususnya terhadap mahasiswa dan civitas akademika agar tidak terjadi kekerasan di lingkungan kampus,” kata Menteri PPPA.

Baca Juga:  Kementan Dorong Hilirisasi Rempah Setelah Pala Maluku Tembus Pasar Eropa

Mendikti Saintek, Brian Yuliarto, turut berpesan kepada mahasiswa untuk saling menjaga satu sama lain, baik dari perundungan maupun kekerasan seksual. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak melakukan perundungan daring, karena jejak digital akan berpengaruh di masa depan.

“Kalau ada yang melihat atau mengalami kekerasan, seperti pelecehan seksual dan perundungan, maka jangan ragu-ragu untuk melapor. Kalau teman menjadi korban, kita harus saling bantu jangan malah membiarkan,” kata Mendikti Saintek.

 

sumber : Kemenpppa RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru