Jakarta, PR Politik – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyatakan bahwa keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya bergantung pada hasil yang terlihat, tetapi juga pada reformasi struktural di birokrasi. Hal ini diungkapkannya dalam Diskusi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I LXII Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Menurut Menteri Rini, reformasi tersebut mencakup penataan ulang tata kelola, penyederhanaan proses bisnis, sinkronisasi kebijakan antarinstansi, penguatan SDM ASN, dan dukungan penganggaran yang tepat sasaran. “Kompleksitas ini memerlukan koordinasi lintas pemangku kepentingan, sinkronisasi kebijakan, serta manajemen isu strategis. Hanya dengan pendekatan menyeluruh, program pembangunan dapat tercapai secara aktual dan berkelanjutan,” kata Menteri Rini.
Ia menjelaskan, Presiden Prabowo tidak sekadar membangun program, melainkan membangun peradaban baru yang dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar rakyat. Kelima program prioritas tersebut adalah gizi, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan hunian.
“Program ini berkesinambungan yang dilakukan mulai dari makanan yang menyehatkan, disambung dengan kesehatan warga, dilanjutkan oleh pendidikan pembebas kemiskinan, diperkuat oleh ekonomi rakyat, dan disempurnakan dengan rumah yang layak,” kata Menteri Rini.
Menteri Rini juga menyoroti arahan Presiden yang menekankan pentingnya birokrasi yang responsif, efektif dalam pengelolaan anggaran, serta bebas dari korupsi. Dalam hal SDM, Presiden mendorong pengelolaan ASN yang disiplin, produktif, dan kompeten.
Selain itu, digitalisasi pemerintahan menjadi fokus utama untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berorientasi pada hasil (outcome). Menurut Menteri Rini, transformasi digital ini bukan sekadar digitalisasi prosedur, tetapi perubahan menyeluruh untuk menciptakan nilai publik.
Menteri Rini berharap forum PKN ini dapat menjadi wadah untuk membangun kolaborasi. “Tugas kita ke depan tidak akan mudah, oleh karenanya kita harus terus menyamakan langkah. Peradaban baru hanya dapat terwujud melalui kepemimpinan yang berpola pikir kolaboratif, berorientasi pada dampak, serta mampu menghadapi kompleksitas dengan semangat perubahan untuk mendukung terlaksanya program prioritas Presiden,” tambahnya.
sumber : Kemenpan RI















