Mardani Ali Sera Serukan Pelibatan Anak Muda dalam Pemberantasan Korupsi di Asia Tenggara

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik (10/12) – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Organisasi anti-korupsi antar anggota parlemen se-Asia Tenggara, the South-East Asia Parliamentarians against Corruption (SEAPAC), menyerukan agar Parlemen se-Asia Tenggara melibatkan anak muda dalam memerangi korupsi. Seruan ini disampaikan Mardani menyambut peringatan Hari Internasional Anti Korupsi Dunia pada Senin (09/12/2024).

Mardani menekankan bahwa generasi muda di Asia Tenggara secara signifikan menerima dampak buruk dari korupsi. Tema utama UN International Anti-Corruption Day 2024, “Uniting with Youth Against Corruption: Shaping Tomorrow’s Integrity,” sangat relevan dengan tantangan pemberantasan korupsi saat ini. “Kaum muda adalah calon-calon pemimpin yang harus memiliki bekal integritas sejak dini. Di sisi lain, mereka menjadi pihak yang secara signifikan terdampak korupsi,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa korupsi merupakan musuh kemanusiaan yang merusak seluruh agenda kesejahteraan, kemajuan, dan kesetaraan. Bagi kaum muda, korupsi menyengsarakan dan menggerus kesempatan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, kesempatan kerja, keterlibatan dalam urusan publik, serta akses terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya. “Ini merusak mimpi-mimpi kaum muda,” urainya.

Mardani mencatat bahwa ASEAN memperkirakan sepertiga dari total populasi kawasan tersebut adalah generasi muda, dengan jumlah yang diperkirakan akan mencapai 220 juta jiwa pada tahun 2038. Dengan populasi sebesar itu, tuntutan kaum muda akan anggaran yang tepat guna, bersih, dan tepat sasaran adalah hal yang wajar.

Untuk mengakomodasi tuntutan tersebut, Mardani menekankan perlunya membasmi korupsi yang mengakar di lembaga pemerintahan dan parlemen. Anggota Parlemen di Asia Tenggara perlu berkomitmen untuk memerangi korupsi, salah satunya dengan melibatkan kaum muda dalam pemberantasan korupsi dan pembangunan integritas. “Parlemen berperan penting untuk memfasilitasi hal tersebut, sekaligus memerangi korupsi dari sisi legislasi, anggaran, hingga pengawasan dalam mendorong akuntabilitas penggunaan dana publik,” tandasnya.

Baca Juga:  Erna Sari Dewi Dorong Kementerian Pariwisata Optimis Tingkatkan Kontribusi ke PDB

Baca Juga: Andi Yuliani Paris Salurkan Bantuan Pemasangan Listrik Baru untuk 1.055 Warga Wajo Sulsel

Mardani Ali Sera berharap agar parlemen se-Asia Tenggara dapat membuka pintu bagi pelibatan suara dan aspirasi kaum muda, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak positif bagi generasi tersebut. Peluang pelibatan ini terbuka lebar, mengingat data dari ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) menunjukkan bahwa hampir 22% dari total anggota parlemen di ASEAN (minus Timor Leste) tergolong muda.

“Oleh karenanya, di AIPA dan ASEAN, pengarusutamaan kebijakan-kebijakan yang pro generasi muda dan yang mendorong penguatan integritas sejak dini sangat diperlukan,” tegas Mardani.

SEAPAC adalah organisasi antaranggota parlemen di Asia Tenggara yang fokus pada isu anti-korupsi dan tata kelola pemerintahan yang baik. Organisasi ini terdiri dari lebih dari 100 anggota parlemen dan mantan anggota parlemen dari delapan negara di Asia Tenggara, termasuk Timor Leste, dan memiliki cabang nasional di Indonesia, Malaysia, Filipina, Kamboja, dan Timor Leste. SEAPAC juga merupakan organisasi regional dari Global Organization of Parliamentarians against Corruption (GOPAC).

 

Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru