Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Surahman Hidayat, menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 303 orang meninggal dunia, 279 orang masih hilang, dan puluhan ribu warga terdampak serta mengungsi.
“Semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta kekuatan iman dalam menghadapi ujian ini, yang masih hilang segera dapat ditemukan, serta masyarakat terdampak dan terpaksa harus mengungsi di posko-posko darurat diberikan kesabaran oleh Allah,” doa Surahman.
Ia juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan percepatan penanganan dampak bencana secara terkoordinasi antarkementerian, termasuk distribusi bantuan logistik, medis, dan peralatan evakuasi ke wilayah terisolir. Selain itu, Presiden juga menggerakkan TNI–Polri bersama Basarnas, BNPB, dan BPBD untuk memperkuat operasi penyelamatan dan pemulihan darurat, serta menekankan pentingnya pemulihan jangka panjang seperti rehabilitasi infrastruktur, layanan pendidikan, dan dukungan sosial bagi keluarga korban.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Basarnas, BNPB, TNI, Polri, dan para relawan atas keikhlasan dan kerja keras dalam mengevakuasi korban, mencari korban yang masih hilang, mendirikan posko darurat, menyalurkan logistik dan layanan kesehatan, serta memberikan dukungan langsung kepada masyarakat terdampak,” ujar Surahman.
Surahman memahami bahwa sejumlah wilayah terdampak mengalami gangguan komunikasi akibat padamnya aliran listrik, yang menyebabkan koordinasi evakuasi dan distribusi bantuan menjadi terhambat. Ia mengimbau masyarakat untuk bersabar menghadapi lambatnya bantuan yang belum bisa cepat sampai karena akses jalan terbatas, cuaca ekstrem, dan kerusakan infrastruktur. Namun, ia tetap mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penyaluran bantuan, terutama makanan, air bersih, dan obat-obatan.
“Saya yakin pemerintah pusat dan pemerintah daerah sedang berupaya optimal mempercepat penyaluran bantuan, terutama makanan dan obat-obatan, agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dan sedang mengungsi segera terpenuhi. Saat ini diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan distribusi berjalan lancar meski menghadapi kendala akses jalan dan cuaca ekstrem,” kata Surahman.
Ia juga menekankan bahwa banyak keluarga di luar wilayah bencana kesulitan mendapatkan informasi mengenai kondisi kerabat mereka. Karena itu, Surahman mendorong penguatan posko informasi nasional dan daerah, termasuk layanan daring dan hotline, agar informasi bagi keluarga korban dapat tersampaikan dengan cepat dan akurat.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa rangkaian bencana ini menjadi peringatan keras pentingnya memperkuat sistem mitigasi hidrometeorologi. Pemerintah pusat dan daerah diminta memperbaiki tata kelola lingkungan, menguatkan sistem peringatan dini, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sebagai upaya pencegahan agar bencana serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.















