Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, menegaskan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) harus memprioritaskan kinerjanya pada penciptaan lapangan kerja secara luas.
Menurutnya, sebagai lembaga pengelola investasi strategis, Danantara tidak cukup hanya berfokus pada pengelolaan aset dan pembiayaan pembangunan, tetapi juga wajib menjadi motor penggerak terciptanya kesempatan kerja yang produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Keberadaan Danantara sebagai lembaga keuangan strategis diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Jika persoalan ini tidak ditangani secara serius, maka ancaman terhadap keberhasilan Indonesia dalam mengoptimalkan bonus demografi generasi milenial produktif akan menjadi nyata,” ujar Marwan.
Marwan mengingatkan bahwa isu ketenagakerjaan merupakan pertaruhan besar bagi masa depan bangsa, terutama dalam momentum bonus demografi yang didominasi generasi muda. Tanpa strategi penyediaan lapangan kerja yang matang, potensi angkatan kerja tersebut dikhawatirkan justru berubah menjadi beban ekonomi dan sosial.
“Tren pemutusan hubungan kerja dalam beberapa waktu terakhir juga harus diwaspadai baik karena disrupsi teknologi maupun stagnasi ekonomi,” katanya.
Lebih lanjut, legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu menilai Danantara memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui konsolidasi aset BUMN besar seperti Bank Mandiri, BRI, PLN, dan Pertamina. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi negara.
“Danantara juga harus menjadi katalisator investasi jangka panjang dengan menggandeng investor global untuk mengembangkan sektor bernilai tambah tinggi, mulai dari hilirisasi industri hingga ekonomi digital,” katanya.
Marwan juga menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025 yang mencatat tingkat pengangguran terbuka masih berada di angka 4,74 persen atau sekitar 7,35 juta orang, dengan dominasi kelompok usia muda.
Ia menegaskan, arus investasi yang dikelola Danantara harus diarahkan ke sektor-sektor dengan daya serap tenaga kerja tinggi guna mencegah Indonesia terjebak dalam middle income trap.
“Danantara harus benar-benar hadir sebagai instrumen pembangunan ekonomi yang nyata dirasakan rakyat. Indikator keberhasilannya adalah terciptanya lapangan kerja yang luas, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Marwan.















