Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Arzeti Bilbina, mendukung rencana pemerintah memperluas sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Namun, ia menegaskan pentingnya pemerintah mengoptimalkan tata kelola pelaksanaan program yang sudah berjalan, mengingat masih maraknya kasus keracunan dan makanan basi di sejumlah daerah.
“Tentu kami mendukung jika program MBG tidak hanya menyasar siswa sekolah dan ibu hamil saja, tetapi juga penyandang difabel dan lansia. Kendati demikian kami meminta agar program yang saat ini sedang berjalan dengan sasaran peserta didik dan ibu hamil dioptimalkan termasuk meminimalkan potensi keracunan dan makan basi yang banyak terjadi di berbagai daerah,” ujar Arzeti Bilbina, Jumat (7/10/2025).
Usulan perluasan sasaran MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas sebelumnya disampaikan oleh Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, pada Selasa (4/11/2025). Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Syaifullah—yang akrab disapa Gus Ipul—menyebut program ini akan menyasar sekitar 100.000 lansia dan lebih dari 30.000 penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.
Arzeti mengakui bahwa program MBG saat ini menjadi perhatian publik. Berbagai kasus keracunan dan makanan basi, menurutnya, membuat sejumlah orang tua khawatir bahkan menolak pemberian makanan gratis bagi anak-anak mereka.
“Kasus-kasus inilah yang harusnya jadi fokus perbaikan program. Jangan kemudian muncul usulan perluasan sasaran lebih dulu,” tegasnya.
Ia menambahkan, masih seringnya terjadi kasus keracunan selama pelaksanaan program MBG mencederai amanah Presiden Prabowo yang menginginkan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan bergizi. Ia juga menyoroti kasus hilangnya dana sebesar Rp1 miliar milik Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di Batujajar, Bandung, yang berdampak pada berhentinya kegiatan MBG di wilayah tersebut.
“Kasus-kasus seperti ini harus segera diselesaikan agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap program yang sebenarnya sangat baik,” ujar legislator asal Jawa Timur itu.
Arzeti berharap pemerintah menyelesaikan seluruh persoalan tata kelola dan pengawasan sebelum memperluas sasaran penerima manfaat. Ia menegaskan pentingnya memastikan bahwa program berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kami optimis, dengan adanya program MBG ini, manfaatnya akan dirasakan oleh generasi masa depan. Namun, memastikan semua berjalan lancar dan tepat sasaran adalah prioritas utama,” tambah Arzeti.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar perluasan program ke lansia dan penyandang disabilitas diiringi dengan peningkatan pengawasan kualitas makanan.
“Kami tidak ingin lagi ada kejadian yang merugikan tidak hanya anak-anak, tetapi juga lansia dan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, kami mohon agar seluruh proses pengelolaan berjalan aman dan tertib,” tuturnya.















