Legislator Golkar Rokhmat Ardiyan Dorong Pertamina Perkuat Ketahanan Energi melalui Inovasi dan Storage

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Rokhmat Ardiyan

Jakarta, PR Politik – Kapoksi Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, mendorong PT Pertamina untuk terus melakukan inovasi dan terobosan strategis guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga secara berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan energi berbasis terbarukan serta penguatan infrastruktur penyimpanan energi.

Terobosan yang dimaksud antara lain pengembangan bahan bakar berbasis energi terbarukan seperti B50 dan bioetanol, serta peningkatan kapasitas jaringan penyimpanan (storage) energi nasional. Penguatan hilirisasi energi dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ketahanan energi yang lebih kokoh.

“Kami pertama mendorong agar Pertamina terus menjaga stoknya. Yang kedua melakukan terobosan dengan hilirisasi B50, bioetanol. Kemudian melakukan terobosan agar storage kita diperbaiki, diperbesar ya, agar jaringan storage kita aman,” ujar Rokhmat saat meninjau Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Kamis (2/4/2026).

Rokhmat juga menyoroti peningkatan konsumsi energi masyarakat selama periode Lebaran. Ia menyebut kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) mengalami kenaikan signifikan dibandingkan hari normal.

Meski demikian, ia memastikan kondisi stok energi nasional masih berada dalam level aman. Hal tersebut terlihat dari ketahanan stok beberapa jenis BBM yang masih berada di atas batas minimal yang ditetapkan.

“Kemarin alhamdulillah kita melewati lebaran ya, yang kebutuhan BBM, LPG mengalami kenaikan 20% lebih. Dan hari ini kami juga melihat stok nasional kita untuk DEC di atas 30 hari, kemudian Petrolite di atas 20 hari,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama Pertamina harus terus menjaga agar ketersediaan energi nasional tidak turun di bawah ambang batas yang telah ditentukan, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional.

Baca Juga:  Okta Kumala Dewi: Insiden Kekerasan Oknum TNI Mencoreng Citra Institusi

DPR RI, lanjutnya, mendorong berbagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi, salah satunya melalui peningkatan kapasitas penyimpanan agar cadangan energi dapat bertahan lebih lama.

“Dan juga saya kira, terus sambung menyambung dijaga stok kita tidak boleh kurang dari 20 hari. Jadi saya kira pemerintah dan Pertamina harus menjaga stok nasional, melakukan terobosan-terobosan, inisiatif, gagasan-gagasan, agar pokoknya segala upaya ditemui,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru