Jakarta, PR Politik – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menekankan vitalnya peran media arus utama (mainstream) sebagai benteng kebenaran di tengah ledakan informasi digital. Menurutnya, kredibilitas media konvensional menjadi kompas bagi masyarakat saat meragukan keabsahan konten yang beredar di media sosial.
“Peran media mainstream menjadi semakin krusial untuk menjadi rujukan. Jadi ketika misalnya, saya membayangkan begini, misalnya masyarakat melihat konten media sosial yang kemudian masyarakat ragu, saya membayangkan salah satu rujukannya adalah ‘kita coba lihat nih channel-nya [mainstream media]’,” ujarnya dalam dialog di Jakarta, Sabtu (14/2).
Mensesneg turut menyampaikan ucapan terima kasih mewakili Presiden atas dedikasi para jurnalis dalam mengawal program dan kebijakan pemerintah. Ia menyadari tantangan berat yang dihadapi awak media saat bertugas di lapangan guna menyajikan berita yang berkualitas bagi publik.
“Kami paham betul bahwa tidak mudah menjalankan tugas di lapangan. Kita melihat kerja teman-teman media luar biasa dan itu betul-betul tidak mudah. Oleh karena itu, mewakili pemerintah, mewakili Bapak Presiden, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh media di tanah air,” ungkapnya.
Prasetyo Hadi menyoroti fenomena media sosial yang kerap terjebak dalam budaya clickbait demi mengejar viralitas, yang seringkali mengorbankan akurasi dan sinkronisasi antara judul dengan isi berita. Perbedaan mendasar terlihat pada media arus utama yang masih mengedepankan kelengkapan data dan durasi pemberitaan yang memadai.
“Kalau media mainstream mungkin karena durasi di dalam pemberitaan itu bisa cukup panjang maka program-program atau apapun itu, tidak sekadar dari pemerintah, bisa tersampaikan dengan cukup lengkap. Tapi kalau pola di media sosial karena seringnya ini juga bermain dengan masalah kecepatan, bermain dengan masalah pemilihan-pemilihan judul clickbait supaya viral, yang seringnya antara judul dengan isinya tidak sinkron, nah ini kan juga sebuah tantangan tersendiri,” jelasnya.
Sebagai penutup, pemerintah mengajak seluruh insan pers untuk konsisten dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghindari pemberitaan yang memicu kebencian atau fitnah. Integritas pers dianggap sebagai pilar penting dalam memperkuat demokrasi dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
“Kita melihat media-media kita juga sekarang sedang berusaha keras untuk ke arah sana, dengan memberikan sajian-sajian pemberitaan-pemberitaan yang betul-betul faktual di lapangan, betul-betul berbasis data,” pungkasnya.
sumber : Kemensetneg RI















