Batu, PR Politik – Pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan sangat bergantung pada data yang lengkap dan akurat. Demikian disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Jawa, Eduward Hutapea, dalam Workshop Pemutakhiran Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) di Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di Kota Batu, Malang, pada 27–28 Agustus 2025.
Workshop yang diikuti oleh 88 peserta dari Dinas Lingkungan Hidup di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur ini bertujuan memperkuat sistem pendataan berbasis bukti. “Workshop ini bertujuan memperkuat sistem pendataan berbasis bukti, meningkatkan kualitas data di SIPSN, serta memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran. Dengan kolaborasi semua pihak, termasuk pendampingan dari pusat dan pemanfaatan data untuk pengembangan ekonomi sirkular,” ujar Edo, sapaan akrabnya.
Adi Fajar Ramly dari Direktorat Penanganan Sampah hadir sebagai narasumber utama yang menjelaskan strategi pengelolaan sampah berbasis data, proses pengumpulan, dan analisis data penanganan sampah melalui SIPSN. Edo berharap, target nasional pengurangan sampah dapat tercapai, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Kita semua harus bekerja sama dalam menjalankan program pengurangan sampah agar target nasional, seperti penurunan sebesar 51,2% pada 2025 dan pencapaian 100% pada 2029, dapat terwujud,” tambah Edo.
Senada dengan Edo, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah secara berkelanjutan sangat bergantung pada data yang akurat. “Melalui forum ini, diharapkan terbentuk sinergi dan strategi berbasis data yang efektif dalam mengatasi permasalahan sampah di Kota Batu maupun daerah lain,” katanya.
Ia juga berharap kolaborasi dan inovasi, seperti pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi, dapat membantu mewujudkan kota yang bersih, indah, dan nyaman. “Kegiatan hari ini sangat penting karena kebijakan harus didasarkan pada data. SIPSN adalah langkah strategis yang mendukung kebijakan di tingkat pusat maupun daerah. Tanpa data yang akurat, kita tidak akan tahu langkah apa yang harus diambil untuk menjaga keberlanjutan,” tegas Heli.
Ahmad Junaidi dari DLH Sumenep dan Gita Istiqfarrani dari DLH Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu daerah mereka dalam menginput dan mengolah data sampah ke dalam aplikasi SIPSN.
sumber : Kemenlh RI















