Jakarta, PR Politik – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi memulai babak baru tata kelola kelembagaan di awal tahun 2026. Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, meresmikan operasional perkantoran di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, melalui acara tasyakuran dan doa bersama yang berlangsung khidmat pada Senin (5/1).
Langkah pemindahan kantor ini dinilai strategis guna memenuhi kebutuhan ruang kerja yang representatif bagi organisasi setelah puluhan tahun. Fasilitas baru ini diharapkan menjadi katalisator bagi efektivitas kinerja jajaran kementerian dalam merespons isu lingkungan global yang kian dinamis.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini kita awali kinerja kita untuk masyarakat di kantor baru ini. Mudah-mudahan kantor ini membawa semangat baru bagi kita semua untuk bekerja lebih baik dalam menjaga dan mengelola lingkungan hidup,” ujar Menteri Hanif di hadapan para pimpinan dan pegawai.
Kegiatan peresmian ini turut dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj 1447 H yang menghadirkan Ustadz Taufik Al-Miftah. Dalam tausiyahnya, ditekankan bahwa etika spiritual dan integritas harus menjadi landasan utama bagi setiap aparatur negara yang memikul tanggung jawab menjaga kelestarian alam nusantara.
Sebagai simbol penguatan sinergi internal, Menteri Hanif melakukan prosesi pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada jajaran pimpinan Eselon I. Momentum ini menandai komitmen bersama untuk menyatukan visi dalam perlindungan lingkungan hidup di bawah satu komando BPLH yang lebih terintegrasi.
Di tengah suasana peresmian gedung baru, Menteri Hanif menunjukkan kepedulian mendalam terhadap risiko tinggi tugas lapangan. Pihak kementerian memberikan perhatian khusus kepada 14 orang staf yang sempat terjebak bencana banjir bandang dan longsor saat menjalankan tugas di wilayah Sumatera pada akhir tahun lalu.
Penyerahan tali asih secara simbolis dilakukan oleh Menteri Hanif kepada perwakilan pegawai terdampak sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Insiden di Sumatera tersebut menjadi refleksi penting bahwa keselamatan petugas di garda terdepan pengendalian lingkungan tetap menjadi prioritas utama institusi.
Dengan infrastruktur pendukung yang lebih modern di Plaza Kuningan, KLH/BPLH optimistis dapat menghadirkan kebijakan perlindungan alam yang lebih efektif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.
sumber : Kemenlh RI















