Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay Minta Pemerintah Lakukan Uji Independen Kontainer Alas Kaki yang Dikembalikan AS

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, meminta pemerintah segera melakukan uji independen terhadap dua kontainer alas kaki Indonesia yang dikembalikan Amerika Serikat karena diduga terpapar zat radioaktif cesium-137 (Cs-137). Ia menilai langkah ini penting untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus menjaga reputasi produk nasional di pasar global.

“Mumpung kedua kontainernya sudah tiba di Tanah Air. Kalau diuji di sini, kita dapat hasil yang valid. Saya menduga, belum tentu kontainer itu benar-benar terpapar seperti yang disebut otoritas AS,” ujar Saleh kepada wartawan, Jumat (14/11/2025).

Saleh menambahkan bahwa tanpa uji laboratorium mandiri, penilaian Amerika Serikat dapat dianggap benar oleh negara lain sehingga berpotensi merugikan produsen Indonesia.

Ia menegaskan bahwa apa pun hasil uji laboratorium nantinya harus disampaikan secara transparan kepada publik.

“Kalau hasil pengujian kita berbeda, kita harus sampaikan bahwa produk tersebut bebas kontaminasi Cs-137. Ini penting untuk menjaga nama baik produk Indonesia di mata dunia,” katanya.

Namun, jika hasil uji justru menunjukkan adanya kontaminasi, ia menilai pemerintah wajib segera melakukan langkah penanganan.

“Pemerintah perlu melakukan dekontaminasi di perusahaan terkait. Karyawan juga harus diberi sosialisasi agar tahu apa yang harus dilakukan supaya paparan tidak meluas,” ujarnya.

Menurut Saleh, edukasi tentang radiasi sangat penting agar pekerja dapat terhindar dari risiko kesehatan akibat paparan Cs-137.

Legislator Fraksi PAN itu juga meyakini pemerintah telah menunjukkan keseriusan dalam menangani isu radiasi.

“Saya melihat pemerintah serius. Karena itu dibentuk Satgas Cs-137. Presiden pasti mengikuti perkembangan penanganannya secara reguler,” ujarnya.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137 memaparkan bahwa dugaan kontaminasi pada alas kaki buatan Indonesia memiliki pola serupa dengan kasus udang dan cengkih yang terpapar radiasi.

Baca Juga:  Rajiv Ingatkan Distributor Jangan Persulit Petani Dapatkan Pupuk Subsidi

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas, Bara Krishna Hasibuan, menyebut produsen alas kaki berinisial NM berada sekitar lima kilometer dari kawasan industri Cikande—area yang pernah terpapar radiasi akibat scrap metal milik PT Peter Metal Technology (PMT).

Perusahaan PMT diketahui menggunakan scrap metal dalam proses smelting. Bahan baku tersebut diduga kuat telah terkontaminasi Cs-137 dan memicu kasus radiasi pada sejumlah produk ekspor Indonesia sejak beberapa bulan terakhir.

Bagikan:

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru