Jakarta, PR Politik (26/11) – Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya praktik judi online (Judol) yang kini menjangkiti berbagai kalangan, termasuk aparat dan pejabat negara. Ia meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas dan tidak pandang bulu dalam menindak pelaku judi online, siapa pun mereka, termasuk pejabat, politisi, atau tokoh berpengaruh.
“Judi online adalah masalah serius yang meresahkan masyarakat. Tidak boleh ada pelaku yang dilindungi hanya karena mereka memiliki kekuatan bisnis atau politik. Semua harus ditindak tegas sesuai hukum,” ujar Jazilul Fawaid, yang akrab disapa Gus Jazil, dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/11/2024).
Gus Jazil menyoroti pengungkapan jaringan mafia judi online oleh Polda Metro Jaya yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Sebanyak 24 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk beberapa yang berasal dari keluarga tokoh politik.
“Kasus ini sangat memprihatinkan. Polisi harus terus mengusut jaringan judi online hingga tuntas. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi ancaman serius terhadap masyarakat,” tegas legislator dari Dapil Jawa Timur X itu.
Menurut data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), jumlah pemain judi online di Indonesia telah mencapai 3,5 juta orang, dengan sekitar 80 persen berasal dari kalangan menengah ke bawah. Perputaran uang dalam aktivitas ini pun mencengangkan, melonjak dari Rp51 triliun pada 2021 menjadi Rp327 triliun pada 2023.
Baca Juga: Presiden Prabowo dan Presiden MBZ Perkuat Hubungan Strategis Indonesia-PEA
Gus Jazil menegaskan bahwa judi online bukan hanya menyebabkan kerugian ekonomi, tetapi juga memicu berbagai tindak kejahatan seperti kekerasan, penipuan, hingga pembunuhan. “Judi online sudah menjadi virus yang merusak berbagai lapisan masyarakat, dari orang kaya hingga anak-anak,” ujarnya.
Gus Jazil menekankan bahwa masalah judi online membutuhkan perhatian semua pihak, termasuk pemerintah, aparat, dan masyarakat. Ia menyerukan adanya tanggung jawab kolektif untuk mencegah dan mengatasi fenomena yang telah menjadi ancaman nyata ini.
“Semua pihak harus ikut bertanggung jawab. Aparat kepolisian harus bertindak tegas, tanpa main mata, untuk memastikan bahwa jaringan judi online diberantas sampai ke akar-akarnya,” tandasnya.
Ia berharap langkah tegas ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat dan negara.
Sumber: fraksipkb.com















