Grobogan, PR Politik – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan Waduk Kedungombo sebagai infrastruktur strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pemanfaatan waduk yang berada di perbatasan Kabupaten Grobogan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian PU untuk mewujudkan swasembada pangan sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa ketersediaan air yang memadai merupakan kunci utama bagi keberlanjutan produksi pangan. “Waduk Kedungombo bagian integral dari sistem irigasi yang memastikan pasokan air tersalurkan secara efisien hingga ke lahan pertanian. Air yang dikelola dengan baik akan meningkatkan indeks pertanaman sehingga petani dapat panen lebih dari sekali dalam setahun,” kata Menteri Dody.
Melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Kementerian PU mengatur operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi Waduk Kedungombo secara menyeluruh. Proses ini melibatkan pemantauan sistem, penyusunan rencana tata tanam, pembagian air, serta pemeliharaan jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier.
Dalam merumuskan kebijakan, Kementerian PU melibatkan Komisi Irigasi yang merupakan lembaga koordinasi antara pemerintah dan petani. Kesepakatan mengenai musim tanam dan rilis air disepakati bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Pemerintah Daerah, TNI/Polri, dan para petani melalui Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A).
Saat ini, stok air Waduk Kedungombo mencapai sekitar 472,39 juta m³, cukup untuk memenuhi kebutuhan irigasi 64.365 hektare lahan pertanian pada musim tanam (MT) I yang dimulai pada September 2025. Daerah irigasi yang dicakup meliputi Kabupaten Grobogan (DI Sidorejo, DI Sidorejo Kiri/Lanang, DI Sedadi), Kabupaten Demak (DI Klambu Kiri), Kabupaten Pati (DI Klambu Kanan), dan Kabupaten Kudus (DI Klambu Wilalung), serta dukungan pompanisasi untuk 1.500 ha.
Kementerian PU menekankan pentingnya edukasi kepada para pengguna air mengenai pengaturan pola tanam, pengairan bergilir, efisiensi penggunaan air, dan pengendalian kebocoran saluran. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga keberlanjutan sumber daya air.
“Fungsi utama bendungan adalah menampung air di musim penghujan dan pengendali banjir serta memastikan kelancaran suplai air untuk pertanian baik MT I, MT II Dan MT III sehingga Indek Pertanaman dapat terjaga,” kata Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU Dwi Purwantoro.
sumber : Kemenpu RI















