Kemenperin Perkuat Vokasi Industri untuk Cetak SDM Kompeten, Jaga Kinerja Manufaktur Nasional

Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengembangkan program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang relevan dengan kebutuhan industri. Komitmen ini bertujuan untuk menjaga kinerja industri manufaktur sebagai kontributor utama perekonomian nasional.

“Untuk itulah, Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program pendidikan dan pelatihan vokasi. Tujuannya adalah menghasilkan SDM yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki daya saing global,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/8).

Menperin menegaskan, industri manufaktur masih menunjukkan ketangguhannya di tengah tekanan ekonomi global, terbukti dari data BPS pada triwulan II tahun 2025. Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,60% (year-on-year), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,12%. Peningkatan kualitas SDM dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat struktur industri nasional.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Masrokhan menjelaskan, Kemenperin telah menginisiasi berbagai program vokasi, termasuk link and match antara SMK dengan perusahaan, pembangunan politeknik, dan pelatihan berbasis kompetensi.

“Kami ingin memastikan bahwa lulusan vokasi tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap bersaing dalam menghadapi tantangan industri 4.0 maupun transisi menuju ekonomi hijau,” ungkap Masrokhan.

Salah satu contoh keberhasilan adalah Politeknik ATI Makassar. Pada penerimaan mahasiswa baru 2025, jumlah pendaftar mencapai 12.191 orang, dengan rasio penerimaan 1:27. Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, mengatakan tingginya jumlah peminat ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi Kemenperin.

Pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Politeknik ATI Makassar meluncurkan Program Kelas Industri 2025 hasil kerja sama dengan mitra strategis. Program tersebut meliputi kelas kerja sama internasional dengan industri Jepang, kelas beasiswa sawit, Mayora Institute Program dengan skema magang, dan Kelas Hilirisasi PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Program-program ini merupakan implementasi nyata link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri.

Baca Juga:  Jajaki Kerja Sama Ekonomi dan Lingkungan, Menlu Sugiono Lakukan Kunjungan Perdana ke Norwegia

“Kolaborasi ini kami harapkan mampu memperkuat kesiapan mahasiswa untuk memasuki pasar kerja maupun menjadi wirausahawan yang tangguh,” tambah Basri.

 

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru