Kejar Target Swasembada Bawang Putih, Komisi IV DPR RI dan Kementan Fokus Perkuat Sektor Perbenihan Nasional

Lembang, PR Politik – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengakselerasi penguatan sektor perbenihan bawang putih sebagai langkah strategis untuk menggenjot produksi domestik dan menekan ketergantungan impor. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Komisi IV DPR RI yang mendorong pembenahan sektor hulu secara menyeluruh demi mewujudkan kemandirian pangan.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menegaskan bahwa ketersediaan benih nasional yang unggul merupakan fondasi utama yang harus segera diperbaiki.

“Komoditas bawang putih merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang hingga saat ini masih memiliki ketergantungan terhadap impor. Oleh karena itu, penguatan sektor hulu, khususnya perbenihan, menjadi kunci utama dalam membangun kemandirian produksi dalam negeri,” ujarnya dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Lembang, Jawa Barat, Kamis (9/4).

Titiek menambahkan bahwa tanpa benih yang adaptif terhadap perubahan iklim, program peningkatan produksi tidak akan memberikan hasil yang maksimal bagi petani. Ia juga menjanjikan dukungan dari sisi legislatif terkait penguatan anggaran untuk riset sayuran.

“Kunjungan ini menjadi sangat penting dan strategis karena kita semua memahami bahwa benih merupakan titik awal sekaligus penentu utama keberhasilan pembangunan pertanian. Kualitas benih akan menentukan produktivitas, ketahanan terhadap perubahan iklim, serta daya saing produk pertanian kita,” ucapnya.

“Kami ingin membantu apa yang bisa kita bantu untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja dari BRMP Sayuran ini. Katanya kurang dana, insyaallah kita akan perjuangkan untuk tambahan dananya,” ungkapnya.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan, Fadjry Djufry, mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi Indonesia saat ini, di mana kebutuhan nasional mencapai 700 ribu ton, sementara produksi lokal baru menyentuh angka 50 ribu ton per tahun.

Baca Juga:  Kemenperin Dorong Transformasi Industri Hijau, Pilot Project CCU Dijalankan di Petrokimia Gresik

“Kita ingin mengembalikan kejayaan bawang putih nasional. Saat ini, ketergantungan kita terhadap impor masih sangat tinggi, mencapai 600 hingga 700 ribu ton per tahun, sementara produksi lokal kita baru di angka 50 ribu ton. Kehadiran Komisi IV DPR RI hari ini sangat penting untuk melihat kesiapan teknologi dan benih kita dalam mengejar selisih angka tersebut,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa Indonesia telah menyiapkan varietas unggul seperti Lumbu Hijau dan Tawangmangu yang memiliki potensi hasil tinggi mencapai 15 hingga 25 ton per hektare.

“Tidak mungkin negara lain akan terus memberikan benihnya kepada kita, karena mereka juga eksportir. Jika kita tidak menyiapkan benih sendiri, negara ini tidak akan pernah berdaulat. Di Lembang ini, kita sudah siapkan varietas unggul seperti Lumbu Hijau dan Tawangmangu yang potensinya mencapai 15 hingga 25 ton per hektare,” terangnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lagi menggantungkan kebutuhan dasar pada negara lain. Sinergi antara teknologi, penyediaan benih, dan perluasan lahan di atas 1.000 mdpl menjadi kunci utama gerakan swasembada ini.

“Tidak boleh lagi kita bergantung pada negara lain untuk kebutuhan dasar kita sendiri. Kita harus produksi sendiri, kita harus kuat dari dalam,” tegasnya.

Dengan dukungan anggaran yang konsisten dan kolaborasi antara eksekutif serta legislatif, pemerintah optimistis target penanaman pada 100.000 hektare lahan potensial dapat segera terwujud guna mencapai kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan.

sumber : Kementan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru