Jakarta, PR Politik – Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, memaparkan catatan evaluasi pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 dalam acara Media Briefing bersama Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Jakarta, Kamis (9/4). Secara umum, Menhub menilai operasional seluruh moda transportasi berlangsung baik, meski terdapat peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan.
Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD), pergerakan masyarakat selama periode 13–29 Maret 2026 mencapai 147,55 juta orang, naik 2,53% dari proyeksi awal. Sektor angkutan umum juga mencatat pertumbuhan sebesar 11,79% dengan total 23,73 juta penumpang, di mana moda penyeberangan mengalami kenaikan tertinggi sebesar 17,05%.
“Moda transportasi umum, baik itu darat, kereta api, laut dan udara secara umum berlangsung dengan baik, ada kenaikan dari jumlah angkutan umum yang digunakan oleh masyarakat. Relatif tidak terdapat hal-hal yang menonjol dalam pelaksanaan arus mudik maupun balik,” tuturnya.
Meski berjalan lancar, Menhub menyoroti beberapa titik kepadatan yang menjadi perhatian serius untuk perbaikan di masa mendatang. Salah satunya adalah penumpukan kendaraan di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek serta akses menuju Tol Sumatera.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Jasa Marga untuk melakukan mitigasi teknis agar kendala serupa tidak terulang. “Kami sudah sampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Jasamarga untuk mengevaluasi rest area km 57 maupun rest area lainnya, dan dilakukan mitigasi sehingga tidak terjadi hal serupa ke depannya,” tegasnya.
Kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk pada masa arus mudik juga menjadi catatan khusus. Terbatasnya kapasitas buffer zone serta lonjakan kendaraan besar sempat menyebabkan antrean panjang selama dua hari sebelum akhirnya berhasil diurai pada hari ketiga.
Ia menjelaskan langkah diskresi yang diambil tim di lapangan untuk mengatasi situasi tersebut. “Pada saat itu kami melakukan penanganan dengan menggunakan buffer zone dan menyegerakan kendaraan-kendaraan besar untuk segera menyeberang. Kami juga memprioritaskan kendaraan roda dua untuk didahulukan menyeberang,” paparnya.
Kegiatan evaluasi ini turut dihadiri oleh seluruh jajaran eselon I Kemenhub, mulai dari Sekretaris Jenderal hingga para Direktur Jenderal seluruh moda transportasi. Kehadiran tim lengkap ini menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan terpadu.
Ia menegaskan bahwa perbaikan akan terus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi masyarakat dalam setiap masa angkutan massal di tahun-tahun mendatang.
sumber : Kemenhub RI















