Jakarta, PR Politik (19/11) — Anggota Komisi XI DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat mendesak Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk lebih memberdayakan UMKM lokal. Upaya ini dinilai penting untuk mendukung program nasional makan bergizi gratis, terutama di wilayah-wilayah dengan potensi pangan lokal yang melimpah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Saya berharap, saya titip NTT dan teman-teman, itu pangan lokalnya, produknya dapat masuk ke dalam e-katalog dan menjadi salah satu produk yang bisa digunakan untuk makan bergizi gratis,” ujar Julie dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR RI bersama LKPP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2024).
Julie, yang merupakan legislator asal Dapil NTT, menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM lokal harus menjadi prioritas dalam kebijakan LKPP. Ia juga membuka peluang untuk memberikan dukungan anggaran tambahan jika manfaat bagi UMKM lokal dapat dirasakan langsung.
“Saya dan teman-teman Fraksi Partai NasDem lain, jika memang LKPP minta tambahan anggaran, tapi benefit untuk UMKM-nya apa? Jadi kami Fraksi NasDem bersedia dan saya rasa teman-teman lainnya bersedia untuk UMKM di dapil masing-masing yang mempunyai produk andalan tetapi standarisasinya belum dapet. Nah itu minta supaya LKPP bisa fasilitasi UMKM-nya, standardisasi, dan untuk masuk ke e-katalognya,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT, Julie berbagi pengalamannya dalam memberdayakan UMKM lokal untuk mendukung program pengentasan stunting dan gizi buruk. Salah satu produk andalan yang dikembangkan adalah olahan daun kelor, yang diakui memiliki kualitas terbaik di dunia.
“Menurut data, kelor NTT adalah yang terbaik di dunia. Serbuk daun kelor itu gizinya bisa 17 kali lipat dari susu. Jadi bisa memberantas dan mencegah stunting, gizi buruk dengan baik,” jelas Julie.
Baca Juga: RUU DKJ Disepakati Panja, Siap Masuki Tahap Finalisasi
Ia menegaskan pentingnya pendampingan bagi UMKM lokal agar mampu memenuhi standarisasi dan masuk ke dalam e-katalog. Julie berharap belanja negara dan daerah dapat mengutamakan produk lokal untuk memutar roda perekonomian di NTT.
“Gencar untuk bisa mendapatkan belanja negara, belanja daerah diutamakan itu dulu dong supaya perekonomiannya pun muter, tetap uangnya dari pusat tapi putaran ekonominya di NTT,” ujarnya.
Julie juga menyoroti potensi besar UMKM yang dibina Dekranasda NTT dalam mengatasi stunting dan gizi buruk sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. “Dan kami waktu itu perjuangkan agar salah satu asupan untuk memberantas dan mencegah gizi buruk adalah kelor,” tutupnya.
Langkah Julie Sutrisno Laiskodat ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi UMKM lokal untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor kesehatan dan perekonomian masyarakat.
Sumber: dpr.go.id















