Herman Khaeron Usulkan Keterlibatan Pedagang dan Kantin Sekolah dalam Program Makan Bergizi Gratis

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, mengusulkan agar pedagang dan kantin sekolah dilibatkan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan ini disampaikan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan MBG yang memerlukan koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak.

“Di sekolah itu ada kantin dan pedagang-pedagang. Mungkin ke depannya mereka bisa dilibatkan dalam program makan bergizi gratis untuk menyukseskan agar berjalan lancar,” ujar Herman melalui rilis media yang dikutip oleh Parlementaria, di Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Politisi Fraksi Partai Demokrat ini menekankan bahwa MBG membutuhkan logistik yang besar setiap harinya. Ia menyarankan agar dibentuk institusi khusus yang terstruktur hingga tingkat bawah untuk menangani hal ini, sehingga dapat terkoordinasi dengan seluruh tingkatan pemerintahan.

Baca Juga: Gus Ipul Kunjungi SMA CT Arsa untuk Pelajari Konsep Sekolah bagi Anak Keluarga Miskin

Herman juga meminta masyarakat untuk menurunkan daya kritis terhadap program yang baru berjalan selama sepekan ini. Ia menegaskan bahwa dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat sangat penting agar program ini dapat berjalan dengan baik dalam waktu dekat.

“Untuk program yang baru berjalan ini, semua harus menurunkan daya kritisnya. Karena ini baru berjalan selama seminggu. Dalam sebulan ke depan, mungkin program ini sudah mulai berjalan dengan baik,” tutup Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini.

Sebagai informasi, program MBG merupakan prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah diterapkan di sejumlah sekolah dan posyandu di 26 provinsi di Indonesia pada awal tahun 2025. Seiring berjalannya waktu, program ini diharapkan dapat meningkatkan jangkauan dan jumlah penerima manfaat.

Baca Juga: Menteri Ketenagakerjaan Yassierli Ajak Wirausaha Berinovasi di Tengah Tantangan Ketenagakerjaan

Baca Juga:  Legislator PAN Soroti Dampak Penutupan Selat Hormuz terhadap Ketahanan Energi dan Ekonomi Indonesia

Pada awal peluncuran MBG, terdapat sekitar 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan ibu hamil. Jumlah SPPG ini diproyeksikan akan terus meningkat setiap hari hingga mencapai 937 titik pada akhir Januari 2025, dengan target menjangkau tiga juta penerima manfaat.

Harapannya, program ini dapat mencakup hingga 15 juta penerima manfaat pada akhir tahun 2025 dan mencapai target untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2029. Dampak positif dari MBG diharapkan dapat menyebar luas hingga ke pelosok Indonesia serta menjadi salah satu upaya strategis untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

 

Sumber: fraksidemokrat.org

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru