Jakarta, PR Politik (10/12) – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi H. Amro, memberikan apresiasi kepada Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan DIY yang berhasil mengamankan barang ilegal senilai total Rp398,45 miliar selama tahun 2024. Dari jumlah tersebut, potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp117,72 miliar.
“Pertama, kami mengapresiasi kerja-kerja dari Bea Cukai Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kami sudah dua kali melihat langsung. Pertama, di Soekarno-Hatta yang kerugian negaranya mencapai triliunan, kemudian di Semarang ini ada sejumlah barang ilegal yang disita dengan nilai kurang lebih Rp300 miliar. Barang-barang ini nantinya akan dimusnahkan atau dilelang, tergantung keputusan dari DJKN,” ungkap Fauzi saat memimpin Tim Kunker Reses Komisi XI yang mengunjungi tempat penimbunan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (9/12/2024).
Fauzi, yang merupakan politisi dari Fraksi Partai NasDem, juga mengimbau agar kerja-kerja Bea Cukai tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga melakukan pembinaan terhadap para importir agar mematuhi prosedur yang berlaku. “Kami berharap agar importir melakukan prosedur ekspor dan impor yang benar, sehingga negara untung dan para importir juga diuntungkan. Jika tidak, ini seperti permainan, ada yang ditangkap dan ada keuntungan pribadi yang didapatkan. Ke depan, kami berharap seluruh wilayah Indonesia, terutama Kanwil-Kanwil Bea Cukai, harus melakukan edukasi kepada importir,” harapnya.
Baca Juga: Lestari Moerdijat Dukung Perubahan Sistem Mengajar untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Menurut legislator dari Dapil Sumsel I ini, masih ada keluhan mengenai lamanya proses perizinan ekspor dan impor. Namun, ia yakin dengan hadirnya presiden baru yang memiliki semangat baru, proses perizinan dapat dilakukan secara satu pintu. Oleh karena itu, ia mendorong Bea Cukai untuk segera melaksanakan perintah percepatan perizinan, sehingga keseimbangan antara barang yang datang dan barang yang keluar dapat terjaga.
“Saya mendorong Bea Cukai untuk segera mengumpulkan para eksportir dan importir untuk duduk bersama dan membahas masalah yang ada. Jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan dan ada pihak yang merasa diuntungkan. Jika semua pihak mengikuti prosedur, baik importir maupun negara akan diuntungkan, dan barang sitaan juga akan sangat minim,” imbuh Fauzi.
Sumber: dpr.go.id















