Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam mengoptimalkan pengelolaan aset negara dengan mengambil alih pengelolaan aset kementerian/lembaga, termasuk aset sitaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Bank Tanah.
“Ini adalah langkah strategis dalam rangka mempercepat optimalisasi aset negara yang selama ini idle (menganggur) atau belum memberikan nilai tambah signifikan bagi negara,” kata Fauzi dalam keterangan tertulis, Jumat (16/5/2025).
Meski demikian, Fauzi memberikan sejumlah catatan penting terhadap langkah yang ditempuh Danantara. Ia menekankan bahwa pengelolaan aset oleh lembaga investasi milik negara ini harus dilaksanakan berdasarkan prinsip tata kelola yang baik.
“Ini penting karena menyangkut aset negara, maka proses valuasi, pengalihan, hingga pemanfaatannya harus transparan dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan publik,” tandasnya.
Fauzi juga menegaskan bahwa DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasannya agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antara BPI Danantara dan kementerian atau lembaga lain seperti Kementerian Keuangan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), maupun Satuan Tugas BLBI. Ia menilai, koordinasi antarinstansi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini.
“Pemanfaatan lahan, termasuk tanah sitaan BLBI maupun Bank Tanah, harus tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan tidak semata-mata dikomersialisasi. Harus ada dampak sosial-ekonomi yang inklusif bagi rakyat, terutama yang berada di sekitar lokasi aset,” lanjutnya.
Lebih jauh, Fauzi berharap langkah strategis yang diambil Danantara dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan negara, baik melalui dividen BUMN, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), maupun dari sisi perpajakan atas kegiatan ekonomi yang ditimbulkan dari pengelolaan aset tersebut.
“Mengurangi beban negara dalam mengelola aset-aset nonproduktif yang selama ini justru menjadi liability (beban),” tegasnya.
Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini juga berharap agar pengelolaan aset oleh Danantara mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional. Ia mencontohkan dampak positif berupa penciptaan lapangan kerja, pengembangan kawasan, hingga peningkatan daya saing nasional.
“Kami di Komisi XI tentu akan terus mengawal dan meminta laporan berkala terhadap progres Danantara. Jangan sampai potensi ini hanya berhenti di tataran wacana atau malah menjadi sumber masalah baru,” tegasnya.
Sumber: fraksinasdem.org















