Elevasi Hubungan Bilateral, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae Myung Sepakati Kemitraan Strategis Komprehensif Spesial

Seoul, PR Politik – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan perdana ke Republik Korea pada 31 Maret hingga 1 April 2026. Kunjungan bersejarah ini menjadi tonggak baru bagi kedua negara dengan disepakatinya peningkatan status hubungan menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership (SCSP).

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung hangat di Cheong Wa Dae (Blue House), Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung memfokuskan pembahasan pada penguatan ekonomi, industrialisasi, ketahanan nasional, serta pengembangan SDM yang selaras dengan visi Asta Cita dan Indonesia Emas 2045.

Kunjungan ini tidak hanya menghasilkan kesepakatan diplomatik, tetapi juga komitmen ekonomi yang nyata. Tercatat kesepakatan bisnis (B-to-B) senilai USD 10,2 miliar (sekitar Rp160 triliun) berhasil diamankan di berbagai sektor strategis. Keberadaan institusi Danantara disebut kian memperkuat minat ekspansi bisnis Korea Selatan di Indonesia, terutama pada sektor industri pembangunan kapal (shipbuilding) dan teknologi masa depan.

Melalui forum bisnis bertajuk “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth”, kedua negara berkomitmen mengembangkan ekosistem industri yang komprehensif, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat kapasitas UMKM dan start-up.

Di sektor lingkungan, kedua pemimpin menyepakati kemitraan di bidang mineral kritis, Energi Baru Terbarukan (EBT), serta pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian energi dan pangan Indonesia, sekaligus memitigasi dampak perubahan iklim melalui pengelolaan kebakaran hutan yang lebih terintegrasi.

Pembangunan SDM juga menjadi prioritas, di mana disepakati peningkatan jumlah beasiswa bagi WNI di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), kerja sama kesehatan dasar berbasis data, serta penguatan kapasitas ASN.

Sebagai kekuatan menengah (middle powers), Indonesia dan Republik Korea menyatakan keprihatinan mendalam atas disrupsi rantai pasok migas akibat konflik di Timur Tengah. Kedua negara menegaskan komitmen untuk mengedepankan dialog dan diplomasi guna menjaga perdamaian kawasan maupun global.

Baca Juga:  Kementerian PANRB Selenggarakan Public Service Day, Ajak Pegawai Manfaatkan Berbagai Layanan

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi memperkuat hubungan bilateral, Presiden Lee Jae Myung menganugerahkan Grand Order of Mugunghwa kepada Presiden Prabowo Subianto.

Penghargaan tertinggi dari Pemerintah Korea Selatan ini sebelumnya pernah diberikan kepada Presiden Soeharto (1981), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2014), serta Presiden Donald Trump (2025). Penganugerahan ini melambangkan kepercayaan besar Korea Selatan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo dalam membawa hubungan kedua bangsa ke level yang lebih tinggi.

sumber : Kemlu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru