Palo Alto, PR Politik – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyampaikan pandangannya mengenai potensi energi nuklir sebagai solusi strategis untuk masa depan Indonesia, khususnya dalam mendorong transisi menuju energi bersih dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam diskusi bersama Profesor Steven Chu di Stanford University, Amerika Serikat, Ibas menyoroti pentingnya kebijakan konkret, kesiapan teknologi, serta dukungan global, termasuk dari Amerika Serikat, dalam membangun ekosistem energi nuklir yang bertanggung jawab di kawasan ASEAN.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu, 21 Mei 2025, saat Ibas yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, berdiskusi dengan Profesor Chu, seorang pakar energi nuklir dan fisikawan Amerika yang dikenal luas atas kontribusinya dalam fisika atom dan kebijakan energi.
“Kami selalu ingin belajar dan mendengar lebih banyak mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan bagaimana proses pengembangannya,” ujar Ibas dalam keterangannya yang disampaikan pada Jumat, 23 Mei 2025.
Dalam diskusi itu, Ibas menyampaikan potensi besar energi nuklir sebagai elemen penting masa depan Indonesia, baik dalam hal pengembangan energi bersih maupun ketahanan pangan. “Energi nuklir untuk pengembangan energi bersih dan ketahanan pangan sangat penting bagi masa depan Indonesia. Namun, hal ini perlu dikaji lebih dalam, tidak hanya dari sisi alokasi investasi, tetapi juga dari sisi teknologi,” katanya.
Ia menekankan bahwa kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tengah menghadapi dampak signifikan dari perubahan iklim. Oleh karena itu, dibutuhkan langkah konkret dan perencanaan matang untuk menghadapinya. “Kami sepakat bahwa Asia Tenggara sedang menghadapi tantangan berupa kenaikan permukaan air laut, gagal panen di beberapa wilayah Indonesia, serta jaringan listrik yang rentan. Namun, menurut saya, kita harus mengubah pola pikir dari sekadar ‘memberi makan masa depan’ menjadi ‘merekayasa dan meningkatkannya’,” ucapnya.
Ibas juga menyinggung pentingnya transisi energi dan posisi strategis energi nuklir dalam mewujudkan target Indonesia untuk mencapai netral karbon pada tahun 2060. Ia percaya bahwa jika dirancang dan dijalankan secara tepat, energi nuklir dapat membawa manfaat besar dalam jangka panjang.
“Kami percaya bahwa energi nuklir akan membawa manfaat jangka panjang bagi Indonesia, asalkan kami dapat menyusun kebijakan yang konkret seperti yang disampaikan oleh Presiden SBY. Tentu dengan keterbatasan dan kehati-hatian,” tegasnya.
Selain itu, Ibas turut mempertanyakan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi pengembangan teknologi ini secara luas di Indonesia. “Apa keterampilan minimum yang dibutuhkan oleh manusia untuk dapat mengoperasikan reaktor nuklir? Saya menyadari bahwa kita kemungkinan akan memiliki banyak reaktor karena luasnya wilayah kepulauan di negara ini (Indonesia),” imbuhnya.
Melalui pertemuan ini, Ibas menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjajaki potensi energi nuklir dengan pendekatan yang bertanggung jawab dan berbasis pengetahuan, demi mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi nasional.
Sumber: fraksidemokrat.com















