Dorong IKM Go Digital, Kemenperin Kenalkan Teknologi AI untuk Perkuat Pemasaran di Batam

Batam, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat transformasi digital bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) guna memastikan daya saing nasional tetap terjaga. Melalui penguatan literasi digital, IKM diharapkan mampu mengadopsi teknologi terbaru untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa peran IKM sangat strategis dalam menopang ekonomi Indonesia. Menurutnya, pemanfaatan teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) kini menjadi sebuah kebutuhan krusial, terutama dalam menganalisis perilaku konsumen secara akurat.

“Dengan pemanfaatan teknologi ini, efektivitas promosi dan pemasaran dapat meningkat secara signifikan,” jelasnya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/3).

Dalam rangkaian Program E-Smart IKM, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menggelar workshop bagi 90 pelaku IKM sektor logam, mesin, elektronika, dan alat angkut di Kota Batam, Rabu (4/3).

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, memaparkan data dari Laporan Digital 2025 yang menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia telah mencapai 221 juta orang. Tingginya keterlibatan digital ini menjadi peluang besar bagi IKM untuk beralih dari pemasaran konvensional yang berbiaya tinggi ke pemasaran digital yang lebih terukur dan luas jangkauannya.

“Angka ini menunjukkan tingkat keterlibatan digital masyarakat Indonesia yang sangat tinggi,” terangnya. Ia juga menambahkan bahwa pemasaran digital memungkinkan interaksi pelanggan yang lebih mudah serta target pasar yang lebih spesifik.

Program E-Smart IKM yang telah berjalan sejak 2017 ini tercatat telah memberikan literasi digital kepada 31.634 pelaku usaha di seluruh tanah air. Di Batam, para peserta dibekali dengan keterampilan teknis mulai dari pengenalan e-katalog hingga penggunaan kecerdasan buatan untuk produksi konten.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari, merinci materi yang diberikan meliputi optimalisasi pembuatan konten dengan smartphone, pemanfaatan Google Bisnis, hingga pengenalan AI untuk konten pemasaran.

Baca Juga:  Brebes Wisuda 2.000 KPM PKH, Wamensos Apresiasi Keberanian Keluar dari Zona Nyaman Bansos

“Ke depan, edukasi tersebut juga diharapkan mencakup pemanfaatan teknologi AI agar IKM Indonesia mampu beradaptasi dengan tren global dan semakin kompetitif,” tambahnya.

Keberhasilan workshop ini disebut tidak lepas dari kolaborasi erat antara Kemenperin dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau serta Kota Batam. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem industri daerah yang tangguh terhadap dinamika global.

“Kami berharap melalui Workshop E-Smart IKM ini, para peserta dapat meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan teknologi digital secara lebih optimal. Dengan demikian, pelaku IKM mampu memperluas akses pasar, meningkatkan kinerja usaha, serta memperkuat daya saing di tengah dinamika perkembangan industri,” pungkasnya.

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru