Delegasi Afghanistan Kunjungi Indonesia, Studi Mitigasi Bencana dan Teknologi Sabo PU

Jakarta, PR Politik – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerima kunjungan Delegasi Pejabat Otoritas de Facto (DFA) Afganistan dalam rangka studi mitigasi bencana di Indonesia. Kunjungan yang difasilitasi oleh lembaga swadaya masyarakat internasional Dialogue Action ini berlangsung pada September 2025.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa kunjungan delegasi dari luar negeri, salah satunya Afganistan, merupakan kesempatan berharga untuk memperkuat kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan bencana alam dan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam pembangunan infrastruktur mitigasi bencana di Afganistan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan di Galeri Bendungan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU di Jakarta. Dalam sesi tersebut, delegasi diperkenalkan pada pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Materi yang disampaikan meliputi teknologi sistem irigasi, pengelolaan sumber daya air berbasis masyarakat di musim kemarau, serta peran Center of Excellence for Water and Climate Resilience (COEWCR) atau Pusat Unggulan Ketahanan Air dan Iklim.

COEWCR sendiri diinisiasi pada World Water Forum ke-10 di Bali, Mei 2024, sebagai sebuah platform kolaborasi global yang bertujuan menjawab tantangan pengelolaan air akibat perubahan iklim.

Rangkaian kunjungan berlanjut ke Balai Teknik Sabo di Sleman, Yogyakarta, yang merupakan salah satu Working Group COEWCR. Di lokasi ini, para delegasi mempelajari teknologi sabo untuk pengendalian sedimen dan meninjau langsung Laboratorium Lahar serta simulasi model hidraulika fisik 3 dimensi Dam Konsolidasi Kali Leprak, Gunung Semeru.

Kepala Balai Teknik Sabo, Andi Arwik, menjelaskan bahwa teknologi sabo merupakan langkah strategis dalam mitigasi bencana yang berdampak langsung pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Dengan pengendalian sedimen yang efektif, lahan pertanian terlindungi dari kerusakan akibat erosi, banjir, dan degradasi kualitas tanah. Kondisi ini sangat krusial dalam menjaga kesinambungan produksi pangan serta kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian,” jelasnya.

Baca Juga:  Wapres Hadiri Penanaman Mangrove KLH/BPLH, Perkuat Komitmen Pengelolaan Ekosistem Terbesar Dunia

Programme Manager Dialogue Action, Abigail Storey, menilai kunjungan ini memberikan wawasan berharga bagi delegasi Afganistan.

“Kunjungan ini sangat membuka wawasan kami, terutama setelah selama ini hanya belajar di atas kertas, kini kami bisa memahami secara langsung bagaimana pendekatan mitigasi di Indonesia dapat membantu masyarakat secara nyata,” ujarnya.

 

 

sumber : Kemenpu RI

Bagikan: