Bandung, PR Politik (12/11) – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie (ASIH), memaparkan visi besar mereka dalam debat Pilgub Jabar 2024 di Graha Sanusi, Universitas Padjajaran, Bandung. Dengan tema “Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Keberlanjutan Reformasi Birokrasi,” Syaikhu dan Ilham menegaskan komitmen untuk membawa perubahan berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif di Jawa Barat.
Dalam pidatonya, Ahmad Syaikhu mengemukakan filosofi “Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh” sebagai landasan utama pembangunan. Menurutnya, nilai-nilai ini adalah cerminan semangat masyarakat Jawa Barat yang harus dijadikan pilar untuk memajukan daerah.
“Melalui visi ini, kami ingin membangun Jawa Barat dengan prinsip masyarakat Jawa Barat sendiri,” ungkap Syaikhu.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mempercepat pencapaian target pembangunan, termasuk selaras dengan kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto.
“Oleh karena itu kami tegak lurus dengan pemerintahan Prabowo Subianto. Obsesi kami adalah Indonesia Emas yang akan dimulai dari Jawa Barat Emas,” tambahnya.
Di bidang pendidikan, pasangan ASIH memberikan perhatian khusus pada pendidikan inklusif. Mereka berjanji untuk mendukung penyediaan guru yang mampu memahami kebutuhan siswa disabilitas, serta menempatkannya di sekolah-sekolah yang memerlukan layanan khusus tersebut.
“Hak-hak mereka harus dipenuhi,” tegas Syaikhu.
Baca Juga: Anggota DPR Hamid Noor Desak Relokasi Lapas Pekalongan Segera Direalisasikan
Pada sektor kesehatan, Syaikhu memperkenalkan Program Telur ASIH, yang bertujuan meningkatkan gizi ibu hamil melalui pemberian protein hewani serta memperkuat layanan posyandu di seluruh pelosok Jawa Barat.
“Kami berkomitmen untuk memberikan protein hewani bagi ibu hamil melalui Program Telur ASIH dan penguatan posyandu,” tutur Syaikhu.
Ilham Habibie, calon Wakil Gubernur, memaparkan solusi untuk mengurangi pengangguran di Jawa Barat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk kemitraan antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
“Kunci mengurangi pengangguran adalah kolaborasi lintas sektor,” ujar Ilham Habibie.
Selain itu, Ilham memaparkan rencana renovasi kelas di daerah terpencil, pemberian beasiswa untuk keluarga miskin, dukungan bagi pesantren, dan peningkatan fasilitas teknologi di sekolah-sekolah. Tak hanya itu, ASIH berkomitmen untuk menciptakan 3 juta lapangan kerja dalam lima tahun ke depan dengan program Satu Desa Satu Industri serta hilirisasi hasil bumi guna meningkatkan perekonomian pedesaan.
Sebagai langkah untuk mengatasi terbatasnya lapangan kerja di dalam negeri, Ilham juga menyatakan kesiapan ASIH mendorong pemuda Jawa Barat menjadi tenaga kerja terampil yang siap bersaing di luar negeri.
Dengan serangkaian program yang menyasar pendidikan, kesehatan, dan pengentasan pengangguran, ASIH menegaskan kesiapan mereka membawa perubahan nyata bagi Jawa Barat dan menjadikannya poros kemajuan nasional berbasis kolaborasi.
Sumber: pks.id















