Dave Laksono Soroti Pentingnya Hubungan Strategis Indonesia-Polandia di Tengah Ketidakpastian Global

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI – Parlemen Polandia, Dave Laksono | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI – Parlemen Polandia, Dave Laksono, menekankan pentingnya mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Polandia di tengah situasi global yang dinilai semakin tidak stabil.

Menurut Dave, dinamika geopolitik dan ekonomi global yang penuh ketidakpastian menuntut Indonesia untuk memiliki mitra strategis guna mengamankan kepentingan nasional dan membuka jalan menuju pertumbuhan berkelanjutan. Hal ini ia sampaikan usai menerima kunjungan kehormatan delegasi Parlemen Polandia di Ruang Diplomasi BKSAP, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa (8/4/25).

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula anggota BKSAP DPR RI Amelia Anggraini dan sejumlah perwakilan dari Parlemen Polandia, antara lain Barbara Szymanowska yang baru ditetapkan sebagai Duta Besar Polandia untuk Indonesia, Maciej Tumulej (Charge d’affaires a.i.), Ecelino Ionescu (Sekretaris Pertama, Kepala Bagian Politik dan Ekonomi Kedutaan Besar Polandia), serta Lukas Tambunan (Staf Politik dan Ekonomi).

Dave menyampaikan bahwa kerja sama kreatif dan inovatif menjadi kebutuhan mendesak di tengah dunia yang semakin terfragmentasi. Ia menyoroti potensi peran strategis Polandia dalam membuka akses pasar Indonesia ke kawasan Eropa.

“Polandia bisa menjadi salah satu saluran penting untuk Indonesia dalam melobi negara-negara Uni Eropa, agar produk-produk Indonesia dapat lebih diterima di pasar global. Ini sangat penting, terutama dalam konteks ketergantungan kita terhadap Amerika Serikat yang baru-baru ini mengenakan tarif tinggi terhadap produk kita, yang juga berdampak pada Polandia,” ujar Dave.

Lebih lanjut, ia mendorong kolaborasi dalam pengembangan produk baru dan eksplorasi pasar alternatif agar kedua negara dapat saling menopang di tengah tekanan ekonomi global.

“Kita harus berpikir maju ke depan, bagaimana kita bisa bangkit dari situasi yang sulit ini. Kita harus bisa keluar dari ketergantungan yang ada dan menciptakan peluang-peluang baru di pasar yang lebih luas,” jelas Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut.

Baca Juga:  Herman Khaeron Usulkan Danantara Bangun Pabrik Sawit untuk Petani Rakyat

Dave turut menyinggung persoalan fluktuasi pasar saham Indonesia yang mengalami tekanan besar hingga sempat disuspensi beberapa kali. Meski mengakui pahitnya situasi ini, ia tetap optimis dan menyerukan perlunya strategi pemulihan yang matang.

Menurutnya, sektor sumber daya alam Indonesia menyimpan potensi besar yang bisa dioptimalkan melalui kemitraan dengan negara-negara Eropa, termasuk Polandia. Ia menekankan perlunya dukungan investasi dan transfer teknologi guna menciptakan nilai tambah dari kekayaan alam nasional.

“Kekayaan alam Indonesia sangat besar, dan sektor ini membutuhkan modal, teknologi, serta pasar untuk bisa dieksplorasi lebih lanjut. Oleh karena itu, kita harus mencari cara agar dapat menyediakan produk-produk setengah jadi atau produk akhir yang bisa disalurkan ke negara-negara Eropa Barat,” pungkasnya.

Pernyataan Dave menegaskan urgensi membangun hubungan bilateral yang solid antara Indonesia dan Polandia, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Diharapkan kerja sama kedua negara dapat berkembang dalam berbagai sektor strategis seperti perdagangan, politik, dan ekonomi, demi menciptakan manfaat yang saling menguntungkan.

 

Sumber: kabargolkar.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru