Jakarta, PR Politik (23/11) – Anggota Komisi X DPR RI, Bramantyo Suwondo, menyatakan dukungannya terhadap usulan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, untuk memasukkan coding dan artificial intelligence (AI) sebagai mata pelajaran pilihan di jenjang pendidikan SD dan SMP. Bramantyo, yang akrab disapa Bram, menilai langkah ini sangat positif untuk membekali generasi penerus dengan keilmuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Menerapkan mapel coding dan AI sebagai mapel pilihan pada jenjang pendidikan SD dan SMP merupakan ide yang baik, agar generasi penerus selalu mendapatkan update perkembangan keilmuan dan skill,” ujar Bram, Senin (18/11/2024).
Namun, Bram memberikan sejumlah catatan penting agar kebijakan ini dapat diimplementasikan dengan optimal. Ia menegaskan perlunya kesiapan sekolah, baik dari segi infrastruktur maupun kapasitas pengajar.
“Pelaksanaan mapel ini harus benar-benar disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan sekolah, baik dalam segi infrastruktur maupun kapasitas pengajarnya. Jangan sampai kebijakan ini justru menjadi beban baru bagi sekolah, guru, ataupun murid,” jelasnya.
Selain itu, Bram menyoroti pentingnya penguatan kemampuan dasar murid seperti membaca dan berhitung tetap menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia masih membutuhkan perhatian serius.
“Penguatan kemampuan dasar murid seperti membaca dan berhitung tidak boleh diabaikan. Berkaca pada skor PISA kita yang masih tertinggal, ini tetap harus menjadi prioritas,” tegas politisi muda Partai Demokrat tersebut.
Bram juga menekankan pentingnya pemerataan infrastruktur pendidikan agar pelaksanaan mata pelajaran coding dan AI tidak memperlebar kesenjangan akses pendidikan berkualitas.
“Pemerataan infrastruktur sekolah harus menjadi perhatian pemerintah. Jangan sampai pelaksanaan mapel ini di beberapa sekolah justru memperlebar kesenjangan akses pendidikan berkualitas,” katanya.
Baca Juga: Rycko Menoza Dorong Sinergi untuk Kembangkan Wisata Hiu Paus Botubarani Gorontalo
Ia menutup pernyataannya dengan mengingatkan pentingnya keadilan dalam akses pendidikan. “Saya selalu menekankan bahwa setiap anak harus mendapatkan akses yang sama untuk pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menyampaikan pesannya kepada Kemendikdasmen untuk mengupayakan penerapan mata pelajaran AI dan coding di tingkat SD dan SMP. Wapres menekankan bahwa langkah ini diperlukan agar Indonesia mampu bersaing secara global.
“Jadi jangan sampai kita kalah dengan India. Karena sekali lagi bapak-ibu ya, untuk menuju Indonesia Emas kita butuh generasi emas. Kita ingin lebih banyak lagi ahli-ahli coding, ahli-ahli AI, ahli-ahli machine learning, dan lain-lainnya,” ujar Gibran.
Usulan ini diharapkan menjadi langkah strategis menuju transformasi pendidikan Indonesia yang lebih modern dan adaptif terhadap kebutuhan era digital.
Sumber: fraksidemokrat.org















