BPOM Pererat Kerja Sama Kesehatan dengan Sudan, Fokus Bantuan dan Ekspor Produk Kesehatan

Jakarta, PR Politik – Pelaksana Tugas Harian (Plh.) Kepala BPOM, sekaligus Sekretaris Utama BPOM, Jayadi, menerima kunjungan dari Duta Besar RI untuk Khartoum Sudan, Sunarko, pada Jumat (29/8/2025). Indonesia dan Sudan sepakat mempererat kerja sama di bidang kesehatan melalui implementasi memorandum of understanding (MoU), pelatihan tenaga regulasi, serta pengiriman obat-obatan dan alat kesehatan.

Duta Besar Sunarko menyampaikan bahwa kondisi keamanan di Sudan mulai membaik setelah dilanda konflik berkepanjangan. “Infrastruktur kesehatan masih mengalami kerusakan parah, ditambah adanya ancaman wabah penyakit yang menyulitkan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya. Sebagai bentuk dukungan, Indonesia telah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan dan alat kesehatan senilai US$1 juta.

Selain bantuan, kerja sama juga mencakup ekspor produk herbal dan kosmetik Indonesia ke Sudan dan negara-negara Afrika. Sunarko melihat potensi pasar yang besar. “Kosmetik dan herbal cukup besar peminatnya. Bahkan, saat pelaksanaan Indonesia-Asia Forum (IAF) di Bali [3 September 2024], itu juga cukup banyak delegasi yang hadir untuk melihat herbal dan kosmetik yang baru berkembang,” ujar Sunarko.

Untuk mendukung kerja sama ini, BPOM bersama kementerian terkait akan memberikan pelatihan bagi tenaga regulator Sudan guna meningkatkan kapasitas pengawasan obat dan alat kesehatan.

“Program pelatihan ini untuk tenaga regulator obat dan tenaga ahli di bidang regulasi obat yang akan dilaksanakan dengan dukungan BPOM Indonesia,” ujar Jayadi. Lebih lanjut, Jayadi menyatakan kesiapan BPOM dalam membantu pelatihan regulator dan pengiriman obat-obatan yang sesuai dengan kebutuhan penyakit dominan di Sudan.

 

 

sumber : BPOM RI

Baca Juga:  Antisipasi Banjir dan Longsor, KLH Perketat Pengawasan Hulu DAS dan Audit Lingkungan di Cisarua

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru