Jakarta, PR Politik (7/12) – Anggota Fraksi PKB DPR RI Zainul Munasichin menyoroti banjir bandang yang melanda Kota dan Kabupaten Sukabumi. Musibah tersebut diduga salah satunya dipicu oleh aktivitas pertambangan yang tidak terkendali, yang berkontribusi pada kerusakan ekosistem. Zainul meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait hal ini.
Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Sagaranten menjadi perhatian khusus Zainul. Ia menyebut bencana tersebut sangat parah dan perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
“Ini musibah yang patut dijadikan perhatian bersama. Ini banjir bandang yang sangat parah,” ujar Zainul.
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat IV yang mencakup Kota dan Kabupaten Sukabumi, Zainul menyoroti sulitnya akses ke lokasi bencana akibat terputusnya jalur transportasi. Ia mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera turun tangan, mengingat BNPB memiliki alat berat yang diperlukan untuk membuka akses jalan agar bantuan bisa tersalurkan.
“Akses ke sana masih terputus. Kami minta kepada semua pihak, khususnya BNPB, untuk segera turun tangan. Mereka butuh tenda, butuh makanan. Sampai sekarang belum bisa masuk karena akses terputus,” jelas Zainul.
Baca Juga: Netty Prasetiyani Apresiasi Kebijakan Kenaikan UMP 2025 Sebesar 6,5%
PKB bersama relawan telah mendirikan posko bencana di lokasi terdampak. Namun, upaya distribusi bantuan menghadapi hambatan besar karena sulitnya membuka akses tanpa dukungan alat berat.
“Kami dari PKB sudah mendirikan posko. Tapi kami kesulitan membuka aksesnya, karena membutuhkan alat berat. Maka BNPB harus segera turun tangan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB itu.
Lebih jauh, Zainul menyoroti aktivitas pertambangan, termasuk tambang galian yang masif di wilayah selatan Sukabumi, sebagai salah satu penyebab banjir bandang. Ia menduga aktivitas tersebut telah merusak ekosistem, termasuk hutan, yang seharusnya berfungsi sebagai penahan air.
“Ekosistem rusak, hutan juga rusak. Ini harus dievaluasi. Menurut saya, ini perlu menjadi perhatian,” tegas Zainul.
Ia menekankan pentingnya langkah cepat dari BNPB dan instansi terkait untuk membantu korban sekaligus mendesak evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas tambang yang berpotensi merusak lingkungan di Sukabumi. PKB akan terus berperan aktif dalam membantu masyarakat terdampak bencana ini.
Sumber: fraksipkb.com















