Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Bambang Purwanto, meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memberikan perhatian serius terhadap kembali merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang terjadi sejak akhir 2024 hingga awal 2025.
Bambang menyoroti penyebaran PMK yang terjadi di beberapa daerah, termasuk Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa kondisi ini membuat para peternak gelisah dan putus asa, karena harapan mereka untuk merawat ternak dengan baik terancam akibat wabah ini, yang dapat menghambat program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden.
“Penyakit ini harus menjadi perhatian serius Kementan karena para peternak kita sudah mulai gelisah dan putus asa akibat harapan yang ditunggu dengan merawat ternak susah payah pupus akibat kena PMK,” ujar Bambang kepada awak media.
Bambang juga meminta Kementan untuk lebih fokus dan hadir di tengah masyarakat hingga penyakit PMK dinyatakan bebas. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah dinyatakan bebas dari PMK sejak tahun 1986, namun wabah ini kembali muncul pada tahun 2022.
“Penyakit PMK muncul untuk yang kedua kalinya setelah dinyatakan bebas, tiba-tiba muncul kembali dan menghantui para peternak kita,” jelasnya.
Baca Juga: Aqib Ardiansyah: Program Makan Bergizi Gratis Perlu Diperluas ke Seluruh Indonesia
Bambang menduga bahwa penyebaran kembali PMK disebabkan oleh impor daging dan sapi yang tidak memperhatikan asal negara, di mana negara pengimpor tersebut mungkin tidak bebas dari PMK.
“Ini bisa menghambat perkembangan ternak di Indonesia,” tandasnya.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah melalui Kementan menargetkan distribusi 2 juta dosis vaksin PMK hingga Maret 2025. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyebutkan bahwa distribusi vaksin akan dilakukan secara bertahap, dengan 400.000 dosis ditargetkan untuk didistribusikan pada Januari 2025.
Bambang berharap langkah-langkah ini dapat membantu mengatasi wabah PMK dan melindungi kesejahteraan peternak di Indonesia.
Sumber: fraksidemokrat.org















