Vatikan, PR Politik – Bahasa Indonesia resmi mencatatkan sejarah sebagai bahasa nasional pertama dari kawasan Asia Tenggara yang digunakan sebagai bahasa resmi di portal berita Takhta Suci, Vatican News. Peresmian kerja sama ini dilakukan dalam acara inagurasi di Vatikan, Rabu (25/3), yang menandai babak baru hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari proses diplomasi panjang yang telah diupayakan sejak tahun 2024.
“Momentum ini merupakan peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi umat Katolik di Indonesia,” ujarnya.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, dan Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Dr. Paolo Ruffini. Dengan kesepakatan ini, Bahasa Indonesia kini menjadi bahasa resmi ke-57 yang digunakan oleh Vatican News untuk menyebarkan informasi mengenai aktivitas Paus dan Gereja Katolik sedunia.
Mgr. Didik, yang juga menjabat sebagai Uskup Keuskupan Surabaya, berharap integrasi bahasa ini dapat mempererat keterikatan batin umat di tanah air dengan pusat Gereja Katolik.
“Dengan kerja sama ini, kini masyarakat Indonesia akan mendengar langsung pesan dari Paus dan berita dari Vatikan dalam bahasa ibunya yaitu Bahasa Indonesia,” katanya.
Prefek Dikasteri Komunikasi, Paolo Ruffini, mengungkapkan bahwa antusiasme luar biasa masyarakat Indonesia saat kunjungan Paus Fransiskus tahun 2024 menjadi inspirasi utama peresmian kerja sama ini. Langkah ini juga menjadi kado bagi peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Takhta Suci pada tahun 2025 mendatang.
Sejarah mencatat bahwa Takhta Suci adalah negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1947. Ruffini menekankan visi inklusivitas digital melalui platform multimedia ini.
“Impian kami adalah menciptakan platform di mana komunitas Katolik di seluruh dunia terhubung sepenuhnya, memungkinkan mereka untuk berbagi tidak hanya teks, gambar, dan audio secara real-time, tetapi juga pengalaman hidup Gereja, di mana pun mereka berada,” ungkapnya.
Dubes Trias Kuncahyono menekankan bahwa Memorandum of Understanding (MoU) ini hanyalah langkah pembuka. Ia mendorong Komite Komunikasi Sosial KWI dan Dikasteri Komunikasi untuk terus berdedikasi dalam pelaksanaan teknis kerja sama ini agar pesan-pesan perdamaian dan kabar sukacita dari Vatikan dapat diterima dengan konteks yang tepat oleh masyarakat Indonesia.
Melalui Vatican News, masyarakat kini dapat mengakses konten audio, video, dan teks secara multibahasa dan multiperangkat, memperkuat komunikasi pastoral yang lebih dalam dan inklusif bagi seluruh warga bangsa.
sumber : Kemlu RI















