Jakarta, PR Politik (11/12) – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Arzeti Bilbina, meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap potensi penyebaran penyakit misterius dari Kongo di tanah air. Pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting agar pemerintah bersiap dini terhadap persebaran berbagai bibit penyakit baru.
Hingga saat ini, otoritas Republik Demokratik Kongo belum mengetahui secara pasti penyebab penyakit tersebut, apakah berasal dari bakteri atau virus. Namun, sejak dideteksi pada akhir Oktober lalu, penyakit ini telah menular dengan cepat dan memicu kematian sedikitnya 80 korban jiwa. Gejala penyakit ini pertama kali ditemukan di Distrik Panzi, Provinsi Kwango, yang terletak sekitar 700 kilometer dari ibu kota Kinshasa. Pasien yang terinfeksi mengalami gejala awal seperti pilek, batuk, sakit kepala, dan nyeri tubuh.
“Pemerintah harus proaktif melakukan langkah pencegahan agar penyakit misterius dari Kongo, Afrika, tidak menyebar di Indonesia. Harus ada peningkatan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan di semua pintu masuk negara,” ujar Arzeti Bilbina, Rabu (11/12/2024).
Legislator asal Jawa Timur I ini juga meminta pemerintah untuk meningkatkan komunikasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) terkait perkembangan dan penanganan penyakit tersebut. Deteksi dini harus dilakukan sebagai upaya pencegahan agar penyakit misterius Kongo ini tidak semakin mewabah. Dengan melakukan deteksi dini, pemerintah dapat mengidentifikasi kasus-kasus potensial secepat mungkin, termasuk pengujian kesehatan bagi pelaku perjalanan dari daerah terdampak.
Baca Juga: Novita Hardini Serukan Refleksi Nilai Kemanusiaan dalam Peringatan Hari HAM Sedunia
Pemerintah juga harus memastikan bahwa fasilitas kesehatan memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk mengantisipasi penyembuhan. “Harus tersedia obat-obatan, alat pelindung diri, dan peralatan medis lainnya,” kata Arzeti.
Selain itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit melalui kampanye edukasi. Simulasi dan pelatihan bagi tenaga kesehatan juga harus dilakukan untuk menghadapi potensi wabah penyakit. “Termasuk memberikan informasi tentang cara-cara pencegahan dan gejala-gejala yang harus diwaspadai,” urainya.
Arzeti berharap, dengan adanya langkah-langkah antisipatif ini, pemerintah dapat mencegah masuknya penyakit misterius dan melindungi kesehatan masyarakat. “Pemerintah harus tetap waspada dan responsif terhadap perkembangan global,” tambahnya.
Sumber: fraksipkb.com















