Antisipasi Lonjakan Mudik, Kemenhub dan Polri Siapkan 7.159 CCTV dan Sistem Digital Terintegrasi

Jakarta, PR Politik – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor di STIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3), guna mematangkan persiapan Angkutan Lebaran 2026. Pertemuan ini mempertemukan berbagai kementerian, lembaga, hingga BUMN untuk menyelaraskan pengawasan dan pengendalian transportasi selama masa mudik mendatang.

Menhub Dudy menekankan bahwa koordinasi intensif antar-instansi adalah kunci utama dalam menangani kompleksitas pergerakan masyarakat yang masif.

“Rapat lintas sektor ini kita laksanakan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kesiapsiagaan bersama menghadapi Angkutan Lebaran yang kompleks dan berisiko tinggi agar dapar berjalan lancar,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Kemenhub secara khusus meminta dukungan Kepolisian RI untuk melakukan manajemen lalu lintas dan penegakan hukum di lapangan. Fokus utama akan diarahkan pada simpul-simpul transportasi strategis seperti bandara, pelabuhan, terminal, dan stasiun yang diprediksi akan mengalami kepadatan luar biasa.

“Perlu antisipasi kepadatan pada simpul-simpul transportasi yang berpotensi sangat padat, khususnya pada simpul-simpul transportasi strategis seperti terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan akses jalan utama. Langkah antisipatif yamg diperlukan di antaranya, dengan manajemen lalu lintas kendaraan masuk dan keluar, serta memastikan kesiapan layanan angkutan umum atau feeder,” katanya.

Salah satu terobosan dalam Angkutan Lebaran tahun ini adalah penerapan rencana operasi berbasis digital yang lebih canggih. Kemenhub mengintegrasikan ribuan kamera pengawas dan teknologi pemantauan udara untuk mendeteksi kemacetan secara real-time.

“Secara total ada 7.159 titik pantauan CCTV, kita bekerjasama dengan BUMN dan swasta. Pemantauan juga meliputi Cuaca dan Peringatan Dini dari BMKG. Digitalisasi ini memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat dan akurat dalam mengendalikan pergerakan transportasi nasional,” tuturnya.

Sistem ini mencakup:

  • Surveillance pergerakan sarana: Melacak posisi bus, kapal, dan kereta api.

  • Live streaming drone: Memantau titik buta yang tidak terjangkau CCTV kabel.

  • Sistem Peringatan Dini: Integrasi data cuaca langsung dari BMKG.

Baca Juga:  Kementan Genjot Hilirisasi Tujuh Komoditas Perkebunan, Targetkan Indonesia Jadi "Dapur Dunia"

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran menteri dan pimpinan lembaga, termasuk Menko PMK Pratikno, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri PU Dody Hanggodo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Hadir pula pimpinan BUMN strategis seperti Dirut Pertamina dan Dirut Jasa Marga guna memastikan ketersediaan bahan bakar serta kelayakan infrastruktur jalan tol di seluruh jalur mudik utama. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan terkendali.

sumber : Kemenhub RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru