Jakarta, PR Politik – Pemerintah terus memacu realisasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di seluruh penjuru Indonesia. Fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan lahan dan infrastruktur perkantoran agar koperasi dapat segera beroperasi secara permanen demi menunjang kesejahteraan warga desa.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa persoalan lahan memerlukan campur tangan lintas sektoral agar proses pembangunan fisik gedung koperasi tidak terkendala.
“Mungkin perlu juga kita cari solusi soal tanah ini. Tidak cuma pemerintah daerah tapi juga pemerintah pusat yang harus ambil alih,” papar Mendes Yandri dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (18/2).
Guna mempercepat proses tersebut, pemerintah akan segera menerbitkan regulasi khusus yang mengatur mengenai penyediaan lahan. Selain aspek fisik, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi pilar utama melalui serangkaian pelatihan yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pengelola koperasi dengan kemampuan manajemen berbasis teknologi. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap koperasi diharapkan dapat saling bersinergi dalam memenuhi kebutuhan pangan harian masyarakat serta meningkatkan kualitas produk jasa secara luas.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan jaringan koperasi yang masif dan saling terkoneksi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pemasaran yang kuat dari hulu ke hilir di seluruh wilayah Indonesia.
“Nanti kita latih semuanya. Kita harap juga 81 ribu koperasi ini nyambung satu dengan yang lain. Nanti ada korelasi, jadi semua koperasi inline,” tegas Zulkifli Hasan.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh pemangku kepentingan strategis, mulai dari Kementerian Koperasi, Kemendagri, Kementan, Kemenkeu, hingga PT Agrinas Pangan Nusantara. Kolaborasi ini juga melibatkan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk memastikan program Kopdeskel Merah Putih berjalan selaras dengan potensi lokal masing-masing desa.
sumber : Kemendesa RI















