Ahmad Muzani Serukan Solusi Konkret untuk Masalah Petani dan Peternak di Lampung

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri Kontes dan Expo Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) di Lampung Tengah pada Sabtu (16/11). | Foto: Fraksi Gerinda DPR (dok)

Jakarta, PR Politik (18/11) – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri Kontes dan Expo Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) di Lampung Tengah pada Sabtu (16/11). Acara ini turut dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Penjabat Gubernur Lampung Samsudin, dan berbagai stakeholder terkait.

Dalam pidatonya, Muzani menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Pertanian membawa optimisme baru bagi masyarakat Lampung, khususnya para petani dan peternak.

“Kehadiran Mentan Amran hari ini menjadi optimisme dan harapan besar masyarakat Lampung, terutama para peternak dan petani, untuk mewujudkan swasembada daging dan pangan,” ujar Muzani.

Muzani menyoroti sejumlah persoalan pertanian di Lampung, termasuk masalah sedimentasi di sekitar 350 ribu hektare sawah. Hal ini menyebabkan sawah-sawah tersebut tidak terairi dengan baik. Muzani menyebut Menteri Pertanian berjanji untuk menindaklanjuti laporan ini.

“Pak Mirza (Cagub Lampung) tadi menyampaikan, ada 350 ribu hektare sawah yang sebagian tidak terairi dengan baik akibat pendangkalan. Pak Mentan berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut,” ungkap Muzani.

Selain itu, Ahmad Muzani menyinggung keluhan petani jagung di Lampung yang menghadapi tingginya harga pupuk. Ia mendesak Menteri Pertanian untuk mempercepat penerbitan peraturan presiden (perpres) terkait subsidi pupuk agar dapat meringankan beban petani.

Baca Juga: Lestari Moerdijat: Maksimalkan Kebijakan untuk Cegah Kekerasan di Sekolah

Tidak hanya itu, masalah peternak sapi juga menjadi perhatian utama. Muzani menyampaikan keluhan peternak yang menghadapi kerugian akibat rendahnya harga jual daging sapi di Lampung, yang berada di bawah Rp 48 ribu per kilogram.

“Tolong Pak Mentan bisa memberikan solusi terbaik bagi para peternak kita. Harga daging yang murah ini menyebabkan kerugian besar bagi mereka,” tegas Muzani.

Baca Juga:  Yoyok Riyo Sudibyo Dorong Sterilisasi Fasilitas PT Lundin untuk Perkuat Industri Pertahanan

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah secara konkret.

“Saya tidak mau berpidato panjang. Kami ingin memanggil para petani dan peternak yang mengalami kesulitan untuk bersama-sama mencari solusi,” kata Amran.

Amran juga meminta Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, untuk memastikan harga minimal daging sapi mencapai Rp 50 ribu per kilogram.

“Kita minta harga minimal per kilo bisa Rp 50 ribu atau lebih. Jangan lagi di bawah Rp 48 ribu. Ini penting untuk kesejahteraan peternak kita,” ujar Amran.

Menteri Pertanian juga menginstruksikan Dirut Pupuk untuk serius menangani masalah distribusi pupuk, dengan menekankan bahwa kesulitan petani adalah tanggung jawab kementerian.

“Masalah pupuk ini jangan dianggap enteng. Kesulitan petani adalah kesulitan kita semua,” tutup Amran.

Acara ini mempertegas komitmen pemerintah untuk mendukung kesejahteraan petani dan peternak, sekaligus menjadi forum penting untuk menyelesaikan berbagai masalah yang menghambat kemajuan sektor pertanian dan peternakan di Lampung.

 

Sumber: fraksigerindra.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru