Achmad Ru’yat Soroti Ketiadaan Anggaran Alat dan Obat Kontrasepsi di RAPBN 2026

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Achmad Ru’yat

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Achmad Ru’yat, menyoroti absennya alokasi anggaran untuk alat dan obat kontrasepsi (alokon) dalam Rapat Kerja dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (4/9/2025).

Menurut Ru’yat, ketiadaan anggaran alokon dapat menimbulkan efek domino serius, salah satunya meningkatnya kasus kehamilan tidak diinginkan yang berimplikasi langsung pada kesehatan ibu dan anak.

“Terus terang dengan melihat anggaran yang ada, dari tahun 2021 sampai 2025 BKKBN meningkat, tetapi justru di tahun 2026 ini menurun. Anggaran untuk obat dan kontrasepsi tidak ada, jadi ini sangat ironis. Kalau alokon tidak tersedia, kemungkinan terjadi hamil yang tidak diinginkan akan meningkat,” ujar Ru’yat.

Legislator PKS itu menegaskan bahwa kehamilan tidak diinginkan dapat memicu berbagai risiko, mulai dari kecemasan ibu, bayi lahir tidak sehat, hingga meningkatnya angka kematian ibu dan bayi.

“Kalau hamil yang tidak diinginkan ini terjadi, ibu merasa cemas, ini berpengaruh terhadap kualitas anak. Ada kemungkinan aborsi tidak aman, keguguran, bahkan meningkatnya angka kematian ibu dan bayi,” tegasnya.

Selain itu, ia mengkritisi anggaran besar untuk program pendataan keluarga lima tahunan yang mencapai Rp1,3 triliun. Menurutnya, program tersebut sebaiknya dikolaborasikan dengan kementerian lain agar lebih efisien.

“Kami mohon agar anggaran Rp1,3 triliun untuk pendataan keluarga bisa dikolaborasikan dengan kementerian terkait, sehingga efisiensi tercapai dan anggaran bisa dikonsentrasikan kembali untuk alokon kontrasepsi,” jelas Ru’yat.

Ia menambahkan, penguatan kelembagaan BKKBN yang kini setingkat kementerian seharusnya diikuti dengan peningkatan anggaran, bukan justru penurunan.

“Harusnya penguatan kelembagaan BKKBN diiringi dengan kenaikan anggaran, tapi justru terbalik. Kami minta agar anggaran untuk alat dan obat kontrasepsi ditingkatkan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Budisatrio Djiwandono Apresiasi Rekor Panen Raya 2025, Dorong Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru