Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, menyatakan keprihatinan dan kemarahannya atas terjadinya pesta gay di kawasan Puncak, Bogor, yang mencuat ke publik dan menimbulkan keresahan. Ia mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak seluruh pihak yang terlibat.
“Saya mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polri, untuk mengusut tuntas jaringan di balik pesta gay ini. Jangan hanya berhenti pada pelaku yang tertangkap di lokasi, tapi bongkar siapa penyelenggara, jaringan komunikasi,” ujar Abdullah dalam keterangan persnya, Rabu (25/6/2025).
Legislator asal Dapil Jawa Tengah VI itu menilai tindakan tegas sangat penting guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan lembaga pemerintah dalam menanggulangi praktik-praktik penyimpangan yang meresahkan masyarakat.
“Pemerintah dan aparat penegak hukum harus bersinergi. Kita tidak bisa membiarkan perilaku seperti ini terus tumbuh dan membahayakan generasi muda. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga soal ancaman terhadap ketertiban umum dan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Abdullah menegaskan bahwa penegakan hukum harus dijalankan secara adil dan menyeluruh, tanpa diskriminasi, namun tetap tegas terhadap tindakan kriminal, terutama aktivitas seksual menyimpang yang dilakukan di ruang publik atau secara terorganisir.
“Saya mendorong kepolisian untuk menelusuri semua pihak yang terlibat. Proses hukum harus ditegakkan tanpa kompromi,” tegasnya.
Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait hasil pemeriksaan medis terhadap peserta pesta. Dari 75 orang yang diperiksa, 30 orang dinyatakan reaktif HIV dan sifilis. Fakta ini, kata Abdullah, menambah urgensi untuk penanganan yang serius dari seluruh pihak.
Disebutkan bahwa sebagian besar peserta pesta tersebut bukan berasal dari Bogor, melainkan dari berbagai kabupaten atau kota lain di sekitarnya. Hal ini memperlihatkan bahwa kegiatan seperti itu bisa menyebar lintas wilayah bila tidak segera ditindak.
Abdullah menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama pemerintah daerah dan aparat kepolisian, untuk meningkatkan pengawasan dan tindakan pencegahan.
“Kasus seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Para pelaku pesta harus ditindak tegas sesuai aturan yang ada. Pencegahan harus gencar dilakukan,” pungkasnya.
Sumber: fraksipkb.com















