Anggota DPR RI Kaisar Abu Hanifah Soroti Batalnya Investasi Ratusan Triliun Akibat Ulah Ormas Nakal

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB, Kaisar Abu Hanifah | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB, Kaisar Abu Hanifah, mengecam keras ulah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dianggap menjadi penyebab batalnya investasi ratusan triliun rupiah di Indonesia. Ia mendesak kepolisian untuk segera menindak tegas dan menangkap anggota ormas yang melakukan tindakan melanggar hukum.

Kaisar mengungkapkan keprihatinannya atas kerugian besar yang dialami negara akibat batalnya investasi dalam jumlah sangat besar. Menurutnya, upaya menarik investor untuk berinvestasi di Indonesia bukanlah perkara mudah.

“Ini sudah mau berinvestasi, tapi malah batal gara-gara ormas nakal yang menjadi biang keroknya,” ujar Kaisar, Rabu (12/2/2025).

Ia menambahkan, tindakan ormas yang mengganggu investasi dengan menutup jalan atau menyegel industri yang telah memiliki izin adalah bentuk pelanggaran serius. Ulah mereka dinilai merugikan investor, membuat mereka takut, dan akhirnya enggan menanamkan modalnya di Indonesia.

Legislator asal Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta itu menegaskan, tindakan semacam itu sudah tidak lagi mencerminkan organisasi masyarakat yang semestinya, melainkan lebih mirip dengan aksi premanisme.

“Mereka telah melakukan penghalangan, menebar teror, dan merugikan investor. Tindakan mereka sudah melanggar hukum,” ujar Kaisar. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera menertibkan ormas yang meresahkan, memberikan hukuman tegas, dan menangkap para pelaku.

Baca Juga: Netty Prasetiyani Minta Pemerintah Terapkan Kebijakan Komprehensif dalam Pembatasan Media Sosial bagi Anak

Menurutnya, jika dibiarkan, ulah ormas nakal ini akan terus mengganggu iklim investasi, yang pada akhirnya akan berdampak buruk pada perekonomian nasional. Kaisar juga menyebut perlunya langkah konkret dari pemerintah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para investor di Indonesia.

“Polisi harus melakukan penertiban, menindak tegas, dan menangkap anggota ormas nakal,” tegasnya.

Baca Juga:  Maman Imanulhaq Ingatkan Kementerian Haji dan Umrah Bebas dari Praktik Korupsi

Pernyataan serupa juga datang dari Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar, yang mengungkapkan bahwa kerugian akibat ulah ormas nakal mencapai ratusan triliun rupiah. Kerugian ini tidak hanya mencakup pengeluaran yang dialami investor, tetapi juga nilai investasi yang akhirnya batal masuk ke Indonesia.

“Masalah ini harus menjadi perhatian pemerintah. Harus ada langkah nyata untuk menerbitkan ormas nakal agar tidak mengganggu investasi di Indonesia,” pungkas Kaisar.

Melalui pernyataannya, Kaisar menyerukan tindakan cepat dari pihak berwenang agar investasi tetap berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi negara.

Sumber: fraksipkb.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru