Slamet: Perkuat Jaring Pengaman Sosial untuk Pekerja Sektor Pertanian dan Perikanan Demi Atasi Dampak Deflasi

Anggota DPR RI Fraksi PKS, drh. Slamet | Foto: Fraksi PKS DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik (7/11) – Anggota DPR RI Fraksi PKS, drh. Slamet, menyatakan keprihatinan atas dampak deflasi yang tengah dialami para pekerja di sektor pertanian dan perikanan. Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat yang terjadi belakangan ini membuat petani dan nelayan berada dalam posisi rentan karena bergantung pada permintaan pasar yang saat ini melemah.

“Mengutip data Badan Keahlian DPR, harga barang di Indonesia mengalami deflasi selama lima bulan berturut-turut sejak Mei 2024. Selama periode Mei hingga September, inflasi hanya terjadi pada bulan Agustus,” terang Slamet.

Anomali tersebut, menurut Slamet, terlihat khususnya pada kelompok pangan dengan tingkat deflasi yang terus meningkat. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung mengurangi konsumsi kebutuhan pokok, yang bisa berdampak pada perekonomian nasional secara luas.

“Deflasi umum dan deflasi pada sektor pangan menunjukkan bahwa perekonomian mungkin sedang keluar dari jalurnya,” tandasnya.

Politisi PKS ini mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah konkret guna melindungi pekerja di sektor pertanian dan perikanan.

“Penurunan daya beli berpotensi menekan harga komoditas pertanian dan perikanan, sehingga pendapatan petani dan nelayan menurun signifikan. Mereka adalah tulang punggung ketahanan pangan nasional, terutama di wilayah pesisir dan pedesaan. Tanpa perlindungan yang memadai, kesejahteraan mereka akan semakin terpuruk,” tegasnya.

Sebagai solusi, Slamet mengusulkan penguatan jaring pengaman sosial melalui bantuan tunai langsung dan subsidi kebutuhan pokok bagi mereka yang paling terdampak. Menurutnya, skema bantuan ini harus tepat sasaran, terutama untuk sektor pertanian dan perikanan.

Selain itu, Slamet juga mendorong adanya program bantuan modal usaha yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa para petani dan nelayan bisa mempertahankan usaha mereka. Dengan demikian, daya saing produk lokal di pasar dapat terus terjaga.

Baca Juga:  Meitri Citra Wardani: Swasembada Energi Butuh Partisipasi Aktif Masyarakat

Pemerintah, lanjutnya, juga perlu menarik investasi ke sektor industri padat karya serta memperkuat sektor pertanian dan perikanan dengan alokasi anggaran yang lebih besar.

“Jaring pengaman sosial yang tepat sasaran tidak hanya membantu mereka bertahan, tetapi juga memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan perikanan,” tambah Slamet.

Baca Juga: Jazuli Juwaini Dukung Gerakan Global Keluarkan Israel dari PBB

Ia juga menyarankan agar pemerintah memberikan akses pembiayaan dan pelatihan usaha yang lebih mudah bagi para pekerja sektor ini, sehingga mereka memiliki kemampuan lebih baik untuk menghadapi tantangan ekonomi.

Sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kota dan Kabupaten Sukabumi, Slamet berharap pemerintah dapat bekerja sama dengan pihak terkait lainnya untuk menciptakan kebijakan yang berpihak pada pekerja di sektor pertanian dan perikanan.

“Penting bagi kita untuk melihat dampak jangka panjang terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat. Langkah perlindungan sosial bagi petani dan nelayan adalah investasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional,” tutupnya.

 

Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru