Jakarta, PR Politik (25/12) – Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Andre Rosiade, memberikan tanggapan tegas terkait isu kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%. Ia menegaskan bahwa kenaikan PPN tersebut merupakan inisiatif dari PDI Perjuangan (PDIP).
“Sekarang PDIP seakan-akan melempar batu sembunyi tangan atas kenaikan PPN 12%, lalu menyerang Pemerintahan Prabowo. Padahal, ini adalah inisiatif mereka sejak 2021. Jadi, kenaikan PPN 12% ini adalah hasil dari inisiatif PDIP, jangan sekarang PDIP lempar batu sembunyi tangan,” tegas Andre.
Andre menjelaskan bahwa Pemerintahan Prabowo kini dihadapkan pada kewajiban untuk melaksanakan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), yang menjadi dasar kenaikan PPN. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa serta-merta memotong tarif PPN karena APBN 2025 sudah disepakati oleh Pemerintah dan DPR periode 2019-2024.
“Jika masyarakat ingin tahu kenapa PPN naik, tanya saja Dolfie dari PDIP. Dia adalah Ketua Panitia Kerja (Panja) UU HPP 2021 yang menjadi dasar kenaikan PPN 12%. Dolfie dan PDIP adalah motor utama dari kenaikan PPN ini,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini.
Baca Juga:
Andre juga menjelaskan bahwa Pemerintahan Prabowo berupaya menjalankan Undang-Undang tersebut dengan memperhatikan kondisi masyarakat. Ia menegaskan bahwa penerapan PPN 12% hanya akan dikenakan pada barang-barang mewah, sementara untuk kebutuhan pokok masyarakat, PPN tetap dipertahankan pada angka 11%.
“Pemerintahan Prabowo berusaha meringankan beban masyarakat dari penerapan Undang-Undang yang dimotori PDIP. Jadi, PDIP, khususnya Dolfie sebagai Ketua Panja UU HPP, tidak perlu memprovokasi masyarakat. Anda, Dolfie, adalah motor di balik kenaikan PPN 12% ini,” tegas Andre.
Sumber: fraksigerindra.id















